IndonesiaBuzz: Jakarta, 4 April 2024 – Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Habiburokhman, menyatakan dukungannya atas rencana pemanggilan empat menteri kabinet Presiden Joko Widodo sebagai saksi dalam sidang sengketa hasil Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 di Mahkamah Konstitusi (MK). Menurutnya, kehadiran mereka akan membantu mengklarifikasi dan membantah berbagai tuduhan yang ditujukan kepada pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 2, Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka.
“Kehadiran empat menteri ini diharapkan dapat membuktikan bahwa semua tuduhan yang dialamatkan kepada kami adalah tidak benar. Semua fitnah, hoaks, dan dusta akan terbantah,” ujar Habiburokhman saat diwawancarai di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta.
Empat menteri yang dimaksud Habiburokhman adalah Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, dan Menteri Sosial Tri Rismaharini. Mereka diharapkan dapat memberikan keterangan yang objektif dan mendetail mengenai berbagai isu yang menjadi sumber kontroversi selama proses pemilihan.
Wakil Ketua Komisi III DPR ini juga menekankan bahwa pihaknya tidak pernah memanfaatkan fasilitas negara atau program bantuan sosial (bansos) untuk kepentingan kampanye. “Kami yakin setelah empat menteri ini memberikan keterangan, semua kecurigaan dan tuduhan yang tidak berdasar akan terbantahkan secara jelas,” tambahnya.
Sidang di Mahkamah Konstitusi ini menjadi penentu dalam menyelesaikan sengketa hasil Pilpres 2024, di mana pasangan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka berharap keadilan dapat terwujud melalui proses hukum yang adil dan transparan. Kehadiran para menteri ini diharapkan dapat memberikan pencerahan dan memperjelas fakta yang sebenarnya kepada masyarakat dan hakim MK.







