IndonesiaBuzz: Ngawi, 17 Juli 2025 – Kondisi memprihatinkan bangunan cagar budaya tahun 1828 peninggalan Patih Raden Panji Pringgo Koesoema di Kabupaten Ngawi memicu keprihatinan serius dari DPRD setempat. Wakil Ketua Komisi II DPRD Ngawi, Bambang Saloka, menegaskan perlunya langkah cepat pemerintah daerah untuk mencegah potensi korban jiwa akibat kerusakan parah yang terjadi.
“Kalau memungkinkan, akan kita usulkan di APBD tahun 2025 Perubahan. Tapi kalau belum memungkinkan, ya kita usulkan untuk alokasi APBD tahun depan,” ujar Bambang, Kamis (17/7/25).
Bambang memaparkan, kerusakan paling parah berada pada struktur kayu penyangga yang sudah patah, tembok yang nyaris roboh, serta bagian kamar mandi yang ambles dan retak cukup lebar. Kondisi ini semakin mengkhawatirkan karena bangunan tersebut masih aktif digunakan sebagai sekretariat Dewan Kebudayaan Ngawi dan tempat berlatih menari bagi anak-anak.
“Minimal perbaikan ringan di titik-titik paling berisiko, jangan menunggu jatuhnya korban jiwa baru ditindaklanjuti. Tembok sisi selatan juga hampir roboh, bahkan bagian luarnya sudah disangga bambu. Ini sangat berbahaya,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Ngawi, Sumarsono, menjelaskan bahwa pihaknya tak dapat langsung melakukan perbaikan karena status bangunan sebagai cagar budaya. Menurutnya, setiap langkah perbaikan wajib didasarkan pada kajian Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah XI Jawa Timur.
“Tahun 2022-2023 lalu sebenarnya kami sudah menganggarkan untuk perbaikan, namun gagal terealisasi karena anggaran dialihkan ke kebutuhan lain,” ungkap Sumarsono.
Ia menambahkan, saat ini Dinas Dikbud Ngawi telah menyiapkan seluruh dokumen untuk pencairan anggaran perbaikan maupun revitalisasi. Namun, ia belum dapat memastikan kapan anggaran tersebut bisa cair dan pekerjaan perbaikan dapat dilakukan.
“Rencananya perbaikan dibagi menjadi dua tahap, yakni joglo utama dan sisi kiri bangunan. Semoga prosesnya segera selesai agar bangunan ini tetap dapat dimanfaatkan dengan aman,” harapnya.







