IndonesiaBuzz : Mojokerto 20 September 2025 – Setelah Menerima pengaduan dari masyarakat anggota DPRD Kota Mojokerto langsung melakukan inspeksi mendadak (sidak) terkait pelaksanaan program makan bergizi gratis (MBG), Jumat (19/9).Sidak ini terkait paket menu makanan yang terindikasi tidak layak dikonsumsi.
Sidak yang dilakukan oleh komisi III DPRD Kota Mojokerto ini langsung menuju Satuan Pelayananan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Lingkungan Tropodo, Kelurahan Meri, Kecamatan Kranggan.
Beberapa temuan anggota Dewan anatara lain layout ruangan SPPG yang dinilai kurang representative dan kurang sesusai standar dikarenakan dengan toilet.
”Dalam kunjungan kerja ke SPPG Tropodo ini, kami menemukan beberapa hal yang perlu menjadi perhatian serius,” kata anggota Komisi III DPRD Kota Mojokerto Ahmad Athoillah.
Anggota Dewan akhirnya merekomendasikan dapur SPPG Tropodo melakukan evaluasi terhadap standarisasi penataan ruangan. Khususnya, di zona pemorsian yang dianggap kurang steril jadi harus ditingkatkan sistem higienitasnya.
”Di ruang pemorsian makanan masih terdapat toilet. Hal ini jelas berpotensi menurunkan higienitas dan tidak sesuai dengan standar keamanan pangan yang seharusnya steril dari potensi kontaminasi,” sambung anggota Dewan yang akrab disapa Atho ini.
Dewan juga menemukan sebagian wadah makanan alias ompreng yang kurang memenuhi standar food grade. Pasalnya, dari pengecekan menggunakan cairan tester stainless steel, hasilnya menunjukkan indikasi bahwa bahan material dari food tray tidak cocok untuk peralatan makan jangka panjang.
”Harapannya, SPPG mengganti ompreng yang sesuai dengan food grade dan layak untuk wadah makanan. Sehingga, seluruh fasilitas penyediaan makanan bagi anak-anak benar-benar aman, sehat, dan sesuai standar,” menurut Fraksi PKB ini. (Teguh Tri/Koresponden Mojokerto)







