Indonesiabuzz.com : Jateng, 24 Desember 2024 – Tercatatnya ada sebanyak 1.900 kasus kekerasan kepada perempuan dan anak saat ini di Jawa Tengah, meski begitu, angka tersebut dikatakan sebagai penurunan.
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Jateng, Retno Sudewi mengungkapkan bahwa pada tahun 2023, jumlah kasus tercatat sebanyak 1.200 kasus. Sementara itu, sepanjang bulan Januari-November 2024 sudah ada 1.100 kasus baru.
“Semua kita tangani, supaya bisa diproses sesuai dengan hukum yang berlaku,” kata Retno menegaskan.
Diketahui, selama tahun 2023, tercatat ada 900 kasus, dan sepanjang Januari sampai dengan November 2024 tercatat ada 800 kasus. Namun sayangnya, hanya sekitar 20-30 persen yang masuk dalam proses hukum.
Tantangan terberat dalam penanganan kasus kekerasan pada perempuan dan anak adalah meyakinkan para korban untuk berani membawa tindakan yang dialaminya ke ranah hukum. Para korban cenderung malu dan bahkan takut untuk melaporkan apa yang dialaminya.
“Sehingga kalau mereka berani melapor, kita menanganinya harus hati-hati. Jadi butuh sarana prasarana yang buat mereka nyaman secara privasi,” pungkasnya. (Puthut-Red)







