IndonesiaBuzz: Pacitan, 27 Juli 2025 – Dedikasi Suyanto (55), warga Lingkungan Taman, Desa Hadiwarno, Kecamatan Ngadirojo, Kabupaten Pacitan, tak pernah surut meski berbagai keterbatasan membayangi. Pria yang akrab disapa Pak Penyu ini mengabdikan hidupnya sejak 2012 sebagai relawan di Penangkaran Penyu Pantai Taman melalui Kelompok Masyarakat Peduli Konservasi Penyu untuk Wisata (KMPKPW) Pacitan.
Setiap hari, Suyanto merawat penyu sakit, melakukan patroli penyu bertelur, menetaskan tukik, melepasliarkan tukik, serta membersihkan area konservasi yang dibangun bertahap sejak 2012 melalui bantuan Kementerian Kelautan, Dinas Pariwisata, PT BJB, dan beberapa universitas seperti Universitas Muhammadiyah Malang dan Unesa.
“Dahulu tempat ini sempat ramai pengunjung dan relawan. Namun pasca pandemi COVID-19 semuanya berkurang jauh,” ujar Suyanto kepada IndonesiaBuzz, Minggu (27/7/25).
Sejak 2018, ia praktis mengelola tempat konservasi tersebut nyaris seorang diri karena minimnya relawan. Meski demikian, ia tetap melanjutkan pengabdian tanpa pamrih. “Ini hanyalah pekerjaan orang ‘gendheng’, Mas. Susah payah, sangat melelahkan, tidak ada yang membayar. Bahkan sering saya harus mengeluarkan uang pribadi untuk pakan penyu. Tapi saya lakukan ini dengan ikhlas,” tambahnya.
Operasional penangkaran kini hanya mengandalkan sumbangan sukarela pengunjung serta subsidi tahunan sebesar 5% dari keuntungan kolam renang yang dibangun di sebelah lokasi konservasi.
Sebagai bentuk penghargaan, Pemerintah Kabupaten Pacitan pada 2018 mengangkat Suyanto sebagai pegawai honorer lifeguard atau penjaga pantai di kawasan Pantai Taman. Meski begitu, semangatnya tak semata demi pekerjaan. “Sudah banyak yang diberikan Bumi untuk kita. Apa yang saya kerjakan ini sangatlah kecil dan tidak sebanding dengan apa yang saya terima dari bumi,” ucapnya.
Suyanto berharap semakin banyak pihak sadar pentingnya menjaga kelestarian penyu dan lingkungan demi generasi mendatang. “Agar anak-cucu kita masih bisa melihat penyu dan merasakan alam yang terjaga,” pungkasnya. (Jiwo/Koresponden Pacitan)




