IndonesiaBuzz: Jakarta, 6 Januari 2024 – Calon Wakil Presiden (Cawapres) nomor urut 3, Mahfud MD, mengangkat isu sejarah perang Badar dalam pidato di acara deklarasi Forum Betawi Rempug (FBR) dan Ikatan Keluarga Madura (IKAMA) di Lapangan Jalan Akses Rusun, Cakung, Jakarta Timur, Sabtu (6/1/2024).
Dalam sambutannya, Mahfud mengingatkan bahwa perang Badar adalah bukti bahwa kelompok yang dianggap kecil dapat menang melawan kezaliman. Dalam konteks politik, Mahfud menyatakan bahwa tekad yang kuat dan ridho Allah merupakan kunci kemenangan, mirip dengan semangat perang Badar.
“Perang Badar menunjukkan bahwa orang yang dianggap kecil selalu menang melawan kezaliman dan kecurangan. Kunci kemenangan itu adalah tekad yang kuat di bawah ridho Allah,” ujar Mahfud.
Mahfud juga menyampaikan rasa syukurnya atas dukungan dari FBR dan IKAMA, mengakui keberanian dan ketangguhan mereka yang datang tanpa imbalan. “Mereka adalah orang-orang yang tangguh, sehingga Allah berfirman kam min fi’tin qalilatin ghalabat fi’atan katsiratan bi idznillahi. Innallahamas sobirin,” tambahnya.
Dalam konteks Pilpres 2024, Mahfud mengajak pendukungnya untuk tetap sabar dan berjuang demi meraih kemenangan pada 14 Februari mendatang. Dia menekankan bahwa kesabaran dan ketangguhan dalam menghadapi kesulitan akan mendapatkan dukungan Allah.
“Apa kuncinya? Innallahamaas sabirin. Allah itu akan selalu membersamai dan membantu orang yang sabar, yang tangguh dan berani melakukan apa yang sulit demi memenangkan suatu perjuangan. Itu yang harus kita lakukan sekarang,” tandas Mahfud.
Sebelumnya, pada tahun 2014, Ketum Partai Ummat Amien Rais juga pernah mengibaratkan Pemilu Presiden sebagai perang baratayuda politik. Dia memberikan pesan kepada publik agar sungguh-sungguh dalam memilih pasangan calon presiden dan cawapres, mengajak untuk memiliki mental perang Badar yang bersatu sebagai bangsa.
Amien Rais juga menyampaikan harapannya agar partai Islam dapat bersatu dalam koalisi, mengajak tokoh-tokoh dari PKB, PKS, PAN, dan PPP, serta ulama-ulama dari NU dan Muhammadiyah, untuk membentuk poros Indonesia rakyat yang kuat. @indonesiabuzz







