IndonesiBuzz: Wonogiri, 9 Juli 2026 – Penyuluh agama dinilai memiliki posisi strategis dalam menjaga harmoni sosial di tengah dinamika kehidupan masyarakat yang terus berkembang. Hal itu disampaikan Bupati Wonogiri Setyo Sukarno saat menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) Kelompok Kerja Penyuluh Agama Islam (Pokjaluh) se-Solo Raya di Rumah Makan Laras, Kecamatan Slogohimo, Kabupaten Wonogiri, Rabu (8/7/26).
Rakor tersebut menjadi forum konsolidasi penyuluh agama Islam dari berbagai daerah di Solo Raya untuk meningkatkan kapasitas, memperkuat sinergi antarlembaga, serta menyusun strategi pelayanan keagamaan yang lebih adaptif terhadap tantangan sosial di masyarakat.
Dalam sambutannya, Bupati menegaskan bahwa perubahan sosial, ekonomi, maupun perkembangan teknologi telah menghadirkan berbagai tantangan baru yang membutuhkan respons cepat dan kolaboratif. Menurutnya, setiap perubahan yang tidak diantisipasi berpotensi berkembang menjadi persoalan yang dapat mengganggu kehidupan bermasyarakat.
“Penyuluh agama memiliki tugas dan tanggung jawab strategis dalam memberikan bimbingan, penyuluhan, serta pembangunan masyarakat melalui pendekatan keagamaan. Dengan metode yang komunikatif, informatif, edukatif, serta didukung fungsi konseling, fasilitasi, hingga advokasi, penyuluh agama diharapkan mampu menjadi garda terdepan dalam membangun kehidupan masyarakat yang harmonis,” ujar Setyo Sukarno.
Menurut Bupati, peran penyuluh agama saat ini tidak lagi terbatas pada penyampaian materi keagamaan, tetapi juga menjadi bagian penting dalam memperkuat ketahanan sosial masyarakat.
Ia menyebut sejumlah isu strategis yang memerlukan perhatian serius para penyuluh agama, antara lain menjaga kerukunan umat beragama, mencegah berkembangnya paham radikalisme dan aliran menyimpang, mendukung upaya pemberantasan penyalahgunaan narkoba, mengentaskan buta aksara Al-Qur’an, membangun keluarga sakinah, mengoptimalkan pengelolaan zakat sebagai instrumen pengentasan kemiskinan, mempercepat sertifikasi tanah wakaf, hingga meningkatkan literasi mengenai produk halal.
Berbagai persoalan tersebut, menurutnya, membutuhkan pendekatan yang tidak hanya berbasis regulasi, tetapi juga pendekatan sosial dan keagamaan yang mampu diterima masyarakat secara luas.
Setyo Sukarno menegaskan bahwa keberhasilan pelaksanaan tugas penyuluh agama tidak dapat dicapai oleh satu institusi semata. Sinergi antara Kementerian Agama, Pemerintah Kabupaten Wonogiri, serta seluruh elemen masyarakat menjadi faktor penting dalam menciptakan kehidupan sosial yang harmonis sekaligus mendukung pembangunan daerah.
Ia mengungkapkan, hubungan kerja sama antara Pemerintah Kabupaten Wonogiri dan Kementerian Agama selama ini telah berjalan dengan baik dan saling memperkuat dalam berbagai program pemberdayaan masyarakat.
Memasuki tahun kedua masa kepemimpinannya, ia menilai sinergi tersebut semakin solid dan memberikan kontribusi positif terhadap terciptanya kondisi daerah yang aman, damai, serta kondusif.
Melalui rapat koordinasi tersebut, Bupati berharap seluruh penyuluh agama Islam di wilayah Solo Raya terus meningkatkan kompetensi, profesionalisme, dan kemampuan berkolaborasi lintas sektor agar pelayanan keagamaan mampu menjawab kebutuhan masyarakat yang semakin kompleks.
Menurutnya, penyuluh agama harus hadir tidak hanya sebagai penyampai pesan keagamaan, tetapi juga sebagai mitra pemerintah dalam menyelesaikan berbagai persoalan sosial melalui pendekatan yang humanis, dialogis, dan solutif.
“Semoga para penyuluh agama senantiasa berpedoman pada tugas dan fungsinya serta terus menjadi pilar penting dalam menjaga kerukunan, memperkuat persatuan, dan mendukung pembangunan daerah maupun bangsa,” pungkasnya.
Rapat koordinasi Pokjaluh se-Solo Raya tersebut diharapkan menjadi langkah konkret dalam memperkuat jejaring penyuluh agama, meningkatkan kualitas pelayanan keagamaan, serta memperkokoh kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam membangun kehidupan yang harmonis, toleran, dan berkelanjutan di wilayah Solo Raya. (@Yudi S/Koresponden Wonogiri).







