IndonesiaBuzz: Jakarta, 28 Februari 2024 – Bank Dunia atau World Bank angkat bicara terkait program makan siang gratis yang diinisiasi oleh calon presiden terpilih, Prabowo Subianto, dan pasangannya Gibran Rakabuming Raka (Prabowo-Gibran). Berdasarkan real count sementara Komisi Pemilihan Umum (KPU) hari ini, Prabowo-Gibran telah meraih 58,84 persen suara.
Kepala Perwakilan Bank Dunia untuk Indonesia dan Timor-Leste, Satu Kähkönen, menyampaikan pendapatnya mengenai dampak program tersebut terhadap ekonomi Indonesia. Kähkönen menekankan bahwa dampaknya akan tergantung pada bentuk dan biaya program yang disiapkan.
“Jadi semua rencana perlu disiapkan dan juga biayanya harus disiapkan, kemudian dibandingkan dengan ketersediaan sumber daya,” ucap Kähkönen saat ditemui di kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta pada Selasa, 27 Februari 2024.
Menurut Kähkönen, Bank Dunia berharap Indonesia dapat mematuhi batas atas defisit fiskal yang ditetapkan, yakni 3 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB), sesuai dengan ketentuan Undang-Undang Keuangan Negara. “Serta menjaga stabilitas makroekonomi dan fiskal,” tambahnya.
Kähkönen juga menyampaikan proyeksi Bank Dunia terkait pertumbuhan ekonomi Indonesia, yang diperkirakan mengalami sedikit perlambatan dari 5 persen menjadi 4,9 persen pada tahun ini. Namun, dia berharap proyeksi tersebut masih bisa berubah mengingat masih awal tahun.
Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan bahwa pemerintah telah memiliki data terkait jumlah ibu hamil, balita, dan anak-anak sekolah untuk makan siang gratis. Airlangga juga mengungkapkan bahwa anggaran untuk program ini berkisar Rp 15 ribu per anak, di luar anggaran untuk program susu gratis. Besaran anggaran tersebut akan diterapkan secara merata di seluruh wilayah Indonesia.@cinde







