IndonesiaBuzz: Kendal, 1 Agustus 2025 – Atas restu Raja Kraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat, SISKS Pakoe Boewono XIII, serta titah Ketua Umum Paguyuban Kusuma Handrawina Nusantara (PKHN) Pusat, GKR Pakoe Boewono, kepengurusan PKHN Cabang Kabupaten Kendal resmi dikukuhkan, Kamis (31/7/25) pagi. Prosesi pengukuhan berlangsung khidmat di Kantor DPRD Kabupaten Kendal, Jawa Tengah.
Dalam acara tersebut, utusan dalem yang dipimpin KPA Widodo Notonegoro hadir mewakili Ketua Umum PKHN Pusat untuk memimpin langsung pengukuhan pengurus masa bakti 2025-2030.
Pengukuhan ini menandai komitmen baru PKHN untuk menjaga dan melestarikan warisan budaya Jawa di Kabupaten Kendal. PKHN memiliki peran strategis sebagai wadah pelestarian budaya yang bersumber dari Kraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat, baik warisan fisik seperti bangunan bersejarah maupun warisan tak berwujud seperti bahasa, tata krama, dan falsafah hidup Jawa.
KPA. Widodo Notonegoro yang juga menjabat sebagai pangarsa (ketua) wilayah Jawa Tengah tersebut, menjelaskan bahwa atas titah SISKS Pakoe Boewono XIII serta Prameswari Dalem GKR Pakoe Boewono untuk dapat mengukuhkan PKHN Cabang Kendal.
“Pengurus PKHN Kabupaten Kendal mengemban tugas dari Kraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat untuk menjaga dan melestarikan budaya Jawa,” tegasnya..
Ia menambahkan, selain menjaga tradisi, pengurus di daerah juga diharapkan mampu mengkolaborasikan ragam seni budaya lokal dengan Kraton Surakarta.
“Beragam tari dan seni daerah semoga bisa dikolaborasikan bersama Kraton Kasunanan Surakarta agar tetap lestari,” imbuhnya.
Sementara itu, pangarsa (Ketua) PKHN Kabupaten Kendal, KRA Yanto Wijoyo Hadinegoro, mengungkapkan langkah awal pasca pengukuhan adalah menggelar rapat kerja untuk merumuskan program pelestarian budaya Jawa.
“Kami akan segera melaksanakan Raker menindaklanjuti visi dan misi PKHN terkait pelestarian budaya Jawa,” ujarnya.
Ia juga berharap keberadaan PKHN Kendal dapat menjadi wadah berkumpulnya masyarakat yang memiliki komitmen untuk melestarikan budaya Jawa, khususnya yang bersumber dari Kraton Surakarta Hadiningrat.
“Kami memiliki misi Ngumpulke Balung Pisah, bukan hanya untuk menghimpun Trah Kraton Kasunanan Surakarta, tetapi siapa pun yang memiliki tekad melestarikan budaya Jawa adalah bagian penting dari paguyuban ini,” tandasnya.
Dengan pengukuhan ini, diharapkan sinergi antara PKHN, Kraton Surakarta, dan masyarakat Kendal dapat semakin memperkuat upaya menjaga kekayaan budaya Jawa di tengah arus modernisasi. (NEM)







