IndonesiaBuzz : Madiun, Sabtu 10 Januari 2026 – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 7 Madiun memperketat pemeriksaan jalur kereta api setelah terungkap aksi pencurian baut penambat rel di KM 127+358 petak jalan Stasiun Blitar–Rejotangan.
Langkah ini dilakukan untuk memitigasi potensi gangguan keselamatan perjalanan kereta api dan memastikan kondisi prasarana tetap andal.
Sebagai tindak lanjut, manajemen KAI Daop 7 Madiun menggelar inspeksi lintas secara intensif di sejumlah titik rawan.
Pemeriksaan difokuskan pada Daerah Pemantauan Khusus (Dapsus) di lintas Blitar–Rejotangan yang sebelumnya terdampak vandalisme.
Kegiatan cek lintas tersebut dipimpin langsung oleh Deputy Vice President Daop 7 Madiun, Muhamad Kahfi.
Inspeksi dilakukan untuk memastikan seluruh prasarana bebas dari risiko bahaya, baik akibat faktor alam maupun tindakan pihak yang tidak bertanggung jawab.
Manager Humas Daop 7 Madiun, Tohari, menyatakan bahwa peningkatan pengawasan merupakan bagian dari penguatan sistem keamanan prasarana.
“Pasca temuan hilangnya sejumlah baut penambat rel, kami tidak tinggal diam. Tim teknis dan keamanan dikerahkan untuk menyisir kembali setiap jengkal jalur guna memastikan kondisi rel tetap terjaga,” ujar Tohari.
Dalam pemeriksaan lapangan, Deputy VP Daop 7 Madiun didampingi tim Quality Control (QC) OP 7B, KUPT Jalan Rel 7.11 Blitar, serta Polsuska Daop 7 Madiun.
Tim melakukan pengecekan menyeluruh terhadap kondisi Jembatan BH 537, lingkungan jalur rel, serta perlintasan sebidang JPL 211.
Pemeriksaan Jembatan BH 537 difokuskan pada kekuatan struktur dan bangunan hikmat.
Sementara itu, pengawasan ruang manfaat jalan dilakukan untuk memastikan area rel bersih dari hambatan dan potensi gangguan keamanan.
Di JPL 211, tim memeriksa kelengkapan dokumen perjalanan kereta api serta fasilitas keselamatan perlintasan.
Langkah ini bertujuan memastikan seluruh unsur pendukung operasi KA berfungsi sesuai standar keselamatan.
“Pemeriksaan langsung di lapangan seperti ini membantu kami mengidentifikasi potensi bahaya sejak dini. Setiap temuan, sekecil apa pun, akan segera ditindaklanjuti agar perjalanan kereta api tetap aman, lancar, dan terkendali,” tegas Tohari.
KAI Daop 7 Madiun juga mengajak masyarakat di sekitar jalur rel untuk berperan aktif menjaga keamanan prasarana.
Kehilangan komponen kecil seperti baut penambat rel dinilai berpotensi menimbulkan dampak besar terhadap keselamatan perjalanan kereta api.
“Kami mengajak masyarakat untuk tidak ragu melaporkan kepada petugas KAI atau kepolisian setempat jika melihat aktivitas mencurigakan di area jalur rel. Keselamatan kereta api adalah tanggung jawab kita bersama,” tutup Tohari. (@Arn/Hms)







