IndonesiaBuzz: Magelang, 24 Januari 2026 – Angin kencang yang melanda Kota Magelang, Jawa Tengah, pada Sabtu (24/1/26) mengakibatkan dua pohon pinus tumbang di kawasan wisata dan ziarah Gunung Tidar. Peristiwa ini menewaskan satu pengunjung dan melukai empat lainnya.
Penjabat Sekretaris Daerah Kota Magelang, Larsita, mengatakan dua pohon pinus tumbang di dua titik berbeda sekitar pukul 12.00 WIB. Lokasi pertama berada di gerbang bawah yang menjadi akses utama keluar masuk kawasan Gunung Tidar.
“Di lokasi pertama, pohon tumbang menimpa area gerbang bawah,” ujar Larsita, Sabtu.
Empat pengunjung yang berada di lokasi tersebut mengalami luka ringan. Mereka terdiri atas tiga warga asal Kediri,Kamaludin, Vivian Nadya Gisca, dan Salsa Putri Nur Amalina serta satu warga asal Majalengka bernama Mahpudin. Seluruh korban sempat dilarikan ke RSUD Tidar dan diperbolehkan pulang setelah mendapat perawatan medis.
Selain menimbulkan korban luka, tumbangnya pohon pinus di lokasi pertama juga mengakibatkan sebuah mobil pikap mengalami kerusakan.
Sementara itu, di lokasi kedua, pohon pinus roboh di pintu keluar kawasan Gunung Tidar yang biasa dilalui pengunjung dan peziarah. Seorang perempuan berinisial SI (64), warga Desa Meteseh, Kecamatan Tempuran, Kabupaten Magelang, meninggal dunia setelah tertimpa pohon.
“Korban tertimpa satu pohon, dengan luka di kepala bagian belakang,” kata Larsita.
Pemerintah Kota Magelang menyatakan akan menanggung seluruh biaya perawatan korban luka serta memberikan santunan kepada korban luka dan keluarga korban meninggal dunia.
Di sisi lain, Analis Kebencanaan Ahli Muda Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Magelang, Siska Sriyoga, mengungkapkan bahwa kejadian pohon tumbang tidak hanya terjadi di Gunung Tidar. Hingga pukul 16.56 WIB, BPBD mencatat sedikitnya delapan kejadian pohon tumbang di berbagai wilayah Kota Magelang.
“Sejak pagi, pohon tumbang terjadi di beberapa titik, antara lain di SMA Pendowo, Jendralan, Jalan Ahmad Yani, dan kawasan Gunung Tidar,” ujarnya.
BPBD mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat beraktivitas di luar ruangan, mengingat potensi cuaca ekstrem masih dapat terjadi. @yudi







