IndonesiaBuzz: Ngawi, 22 Desember 2025 – Perkembangan teknologi digital yang kian pesat telah menjadikan internet sebagai bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari hari. Aktivitas belajar, bekerja hingga berbelanja kini banyak bergantung pada ruang digital. Namun, derasnya arus informasi tersebut perlu diimbangi dengan literasi digital agar masyarakat, khususnya generasi muda, tidak terjebak dalam dampak negatif dunia maya.
Kesadaran akan pentingnya literasi digital bagi generasi penerus bangsa itu ditangkap oleh Anggota Komisi VI DPR RI, Budi Sulistyono. Ia menggelar sosialisasi peningkatan literasi digital yang berlangsung di Gedung Kurnia Convention Hall, Kabupaten Ngawi, Senin (22/12/25).
Kegiatan tersebut diikuti ratusan pelajar dan pelaku media sosial di Kabupaten Ngawi. Untuk memperkaya perspektif peserta, Budi Sulistyono menghadirkan tiga narasumber dari latar belakang berbeda, yakni Adriana Grahani Firdausy, dosen Fakultas Hukum Universitas Sebelas Maret (UNS), Aryo Seno Bagaskoro, politisi muda PDI Perjuangan, serta Yoga Gembul, konten kreator dan YouTuber asal Ngawi.
Dalam pemaparannya, Budi Sulistyono menegaskan bahwa generasi Z merupakan kelompok yang paling adaptif dan inovatif dalam memanfaatkan media digital. Namun, menurutnya, kreativitas tersebut perlu diarahkan agar tidak sekadar menjadi hobi, melainkan mampu memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
“Yang paling inovatif dalam penggunaan media digital adalah generasi Z. Tantangannya bagaimana hobi ini bisa diarahkan agar bermanfaat dan memiliki nilai tambah. Karena itu kami hadirkan narasumber yang memahami rambu-rambu hukum, selera publik, hingga praktik konten digital yang sehat,” ujar Budi Sulistyono.
Mantan Bupati Ngawi dua periode itu berharap sosialisasi literasi digital tersebut dapat menjadi bekal berharga bagi para peserta, khususnya generasi muda yang menekuni dunia digital dan konten kreatif.
“Mudah mudahan kegiatan ini bisa mengisi kekosongan pemahaman mereka, agar tidak hanya berbicara soal hobi, tetapi juga mampu mencari pasar dan menghasilkan konten yang lebih bermanfaat,” imbuhnya.
Sementara itu, narasumber Aryo Seno Bagaskoro menyoroti peran media digital dalam dinamika politik dan kehidupan sosial saat ini. Ia menyebut masyarakat telah memasuki era “new normal” politik, di mana media digital berperan besar membentuk opini publik.
“Digital itu seperti pisau bermata dua. Di satu sisi memberdayakan anak muda untuk bebas bersuara, tetapi di sisi lain bisa berbahaya jika tidak dimanfaatkan dengan bijak. Tanpa literasi yang memadai, anak muda justru bisa menjadi korban arus informasi yang tidak sehat di media sosial,” jelas Aryo Seno.
Literasi digital sendiri dipahami sebagai kemampuan menggunakan teknologi secara bijaksana, kritis, dan bertanggung jawab. Tidak hanya sebatas mengoperasikan perangkat dan aplikasi, literasi digital juga mencakup kemampuan memahami, mengevaluasi, serta memanfaatkan informasi yang diperoleh dari media sosial maupun pemberitaan daring.
Dengan literasi digital yang baik, masyarakat diharapkan mampu menangkal hoaks, menghindari penipuan, serta melindungi data pribadi dari penyalahgunaan. Melalui kegiatan ini, para peserta diharapkan semakin cakap bermedia digital dan mampu memanfaatkan teknologi sebagai sarana pengembangan diri yang positif dan produktif. (Esaputra /Koresponden Ngawi)







