IndonesiaBuzz: Madiun, 20 Mei 2025 – Peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-117 di Kota Madiun, Selasa (20/5/2025), tidak hanya berlangsung dengan upacara seremonial.
Sejumlah aktivis yang tergabung dalam Aliansi Kota Pendekar Anti-Korupsi menggelar aksi damai di kawasan Pahlawan Street Center (PSC), menyuarakan keresahan publik terkait dugaan penyalahgunaan wewenang dan anggaran di lingkungan Pemerintah Kota Madiun.
Mengusung teatrikal jalanan dan membawa poster serta spanduk bertuliskan tuntutan transparansi, akuntabilitas, dan penegakan hukum, puluhan massa menyampaikan aspirasi secara damai.
Mereka menilai, Hari Kebangkitan Nasional harus menjadi refleksi nyata bagi pemerintah untuk menumbuhkan kembali semangat moralitas dalam tata kelola negara.
Koordinator aksi, Putut Kristiawan, dalam orasinya menyampaikan bahwa Hari Kebangkitan Nasional seharusnya tidak berhenti pada seremoni atau nostalgia sejarah.
“Momentum ini harus menjadi refleksi bagi seluruh elemen bangsa, termasuk pemerintah daerah. Jangan biarkan semangat kebangkitan hanya menjadi simbol tanpa implementasi nyata dalam perilaku birokrasi,” tegas Putut di hadapan massa aksi.
Menurut Putut, dugaan penyimpangan dalam pengelolaan dana APBD Kota Madiun—terutama pada proyek-proyek yang dinilai tidak tepat sasaran dan minim partisipasi publik—harus segera diselidiki aparat penegak hukum.
“Kami mendesak agar aparat penegak hukum dan DPRD selaku fungsi kontrol Pemerintah, untuk mengambil langkah serius untuk menyelidiki dan mengusut tuntas berbagai kasus yang menimbulkan keresahan publik ini. Uang rakyat tidak boleh dijadikan alat untuk memperkaya diri sendiri atau kelompok tertentu,” lanjutnya.
Selain menuntut investigasi menyeluruh, aliansi juga menyerukan pentingnya partisipasi aktif warga dalam setiap tahap perencanaan pembangunan daerah.
Mereka menilai pelibatan masyarakat bukan hanya prosedur administratif, tetapi bagian penting dari praktik demokrasi yang sehat.
“Dengan mengusung semangat Hari Kebangkitan Nasional, kami berharap perjuangan kami dapat menggugah kesadaran seluruh elemen masyarakat untuk terus mengawal jalannya pemerintahan serta menumbuhkan budaya anti-korupsi di setiap lini kehidupan berbangsa dan bernegara,” pungkas Putut.
Hari Kebangkitan Nasional yang diperingati setiap 20 Mei merujuk pada berdirinya organisasi Boedi Oetomo pada tahun 1908, sebuah tonggak awal pergerakan nasional yang dipelopori oleh Dr. Soetomo dan para pelajar STOVIA di Batavia.
Kini, semangat kebangkitan itu kembali digaungkan oleh generasi muda dalam bentuk perlawanan terhadap korupsi dan tuntutan atas pemerintahan yang bersih dan berintegritas.







