IndonesiaBuzz: Jakarta, 25 Februari 2025 – Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menyinggung upaya pembegalan Partai Demokrat yang terjadi di awal kepemimpinannya. Dalam Penutupan Kongres VI DPP Partai Demokrat di Jakarta pada Selasa (20/2) malam, AHY menyebut bahwa Ketua Umum PDI Perjuangan sekaligus Presiden ke-5 RI, Megawati Soekarnoputri, tidak setuju dengan praktik amoral tersebut.
“Kabarnya Ibu Megawati Soekarnoputri juga tidak setuju dengan hal-hal seperti itu, praktik-praktik politik yang amoral dan inkonstitusional karena beliau juga pernah mengalaminya di masa terlebih dahulu,” ujar AHY.
AHY mengungkapkan kebanggaannya terhadap kader Partai Demokrat yang mampu bertahan dan tetap solid meskipun menghadapi tantangan berat. Ia menegaskan bahwa Demokrat tetap kuat berkat dukungan rakyat Indonesia.
“Ketika banyak orang mengira Partai Demokrat akan melemah, kita justru semakin solid. Ketika banyak yang memprediksi Demokrat akan pudar, justru dukungan rakyat ketika itu semakin kuat,” tegasnya.
Selain itu, AHY juga mengingat kembali pesan Presiden RI, Prabowo Subianto, yang menurutnya menolak keras adanya upaya pembegalan partai politik.
“Di tengah badai itu, saya ingat pesan Bapak Prabowo kalau tidak salah di Kertanegara, ketika itu beliau menyampaikan kepada saya, ‘Gus, saya juga tidak suka ada upaya pembegalan partai seperti itu’. Kalimat singkat itu sungguh berarti di hati kita Demokrat,” ungkap AHY.
Ia menilai bahwa Prabowo memahami betapa sulitnya membangun partai politik dan menjaga soliditas kader. AHY meyakini bahwa keberpihakan Prabowo terhadap Demokrat saat itu didasari oleh pengalaman panjangnya dalam dunia politik.
“Datang dari seorang pemimpin, dari seseorang yang tahu persis betapa tidak mudahnya membangun partai, soliditas kader dengan keringat dan air mata, sehingga saya yakin keberpihakan Pak Prabowo dalam hati ketika itu tentu disadari oleh pengalaman panjang beliau, dan itu sangat berarti untuk Partai Demokrat,” tandas AHY.







