IndonesiaBuzz: Surabaya, 11 Maret 2024 – Kegagalan mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Agus Rahardjo, dalam lolos Pemilihan Legislatif (Pileg) Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI menjadi sorotan usai rekapitulasi suara Pemilu 2024 di Jawa Timur. Hasilnya, Agus Rahardjo harus mengakui keunggulan rival-rivalnya di antaranya Ketua DPD periode 2019-2024, La Nyalla Mattalitti, dan Keponakan Gubernur Jatim 2019-2024, Lia Istifhama.
Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Timur, Aang Kunaifi, menyatakan bahwa proses rekapitulasi suara Pemilu 2024 telah selesai dilakukan di tingkat provinsi. Dari 13 nama calon legislatif DPD RI, hanya empat di antaranya yang berhasil melenggang ke Senayan.
“Alhamdulillah hari ini terakhir kita menyelenggarakan rekapitulasi tingkat provinsi dan 38 kabupaten/kota sudah selesai membacakan hasil rekapitulasi masing-masing di tingkat kabupaten/kota di hadapan rapat pleno provinsi untuk 11 daerah pemilihan DPR RI dan 14 daerah pemilihan DPRD Provinsi, serta Pemilu Presiden dan Wakil Presiden, dan daerah pemilihan pemilu perseorangan DPD,” kata Ketua KPU Jatim Aang Kunaifi kepada wartawan di Hotel Shangri-La Surabaya, Senin (11/3/2024).
Agus Rahardjo yang sebelumnya sempat memimpin dalam perolehan suara, harus menelan pil pahit setelah tergeser ke posisi kelima. Inkumben Ahmad Nawardi berhasil meraih suara tertinggi dengan dukungan sebanyak 3,28 juta suara. Meskipun dalam hitungan sementara Nawardi berada di urutan kelima, namun suaranya melejit di detik-detik terakhir rekapitulasi, terutama dari empat kabupaten di Madura.
Diikuti oleh La Nyalla Mattalitti dengan 3,13 juta suara, yang juga berhasil meraih suara tinggi meski harus mengakui keunggulan Nawardi. Sedangkan Lia Istifhama, keponakan Gubernur Jatim periode 2019-2024 Khofifah Indar Parawansa, berhasil meraih 2,74 juta suara, menempatkannya di posisi ketiga.
Keberhasilan Lia mengungguli sosok viral, Kondang Kusumaning Ayu, yang meraih 2,54 juta suara dan menempatkannya di peringkat keempat, menjadi sorotan tersendiri. Sementara Agus Rahardjo, dengan perolehan suara sebesar 2,2 juta, harus mengakui kekalahan dan berada di peringkat kelima.
Keputusan ini menandai dinamika politik yang cukup menarik di Jawa Timur, dengan pergeseran posisi yang cukup signifikan dalam detik-detik terakhir rekapitulasi suara. Meskipun demikian, keempat caleg yang berhasil lolos diharapkan dapat menjalankan tugasnya dengan baik untuk mewakili aspirasi masyarakat Jawa Timur di tingkat nasional.





