IndonesiaBuzz : Jumat, 6 November 2026 – Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Madiun mencapai 7,48 persen pada semester I 2026. Untuk menjaga tren positif tersebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Madiun memperkuat investasi, mempercepat pembangunan infrastruktur, dan memperluas kolaborasi lintas sektor.
Strategi penguatan ekonomi daerah tersebut disampaikan Bupati Madiun H. Hari Wuryanto dalam forum penguatan kemitraan pers di Auditorium Royal Darmo, Yogyakarta, Kamis (5/11/2026).
Hari Wuryanto mengatakan, perkembangan ekonomi Kabupaten Madiun ditopang peningkatan konektivitas wilayah melalui pembangunan infrastruktur jalan dan dukungan akses jalan tol.
Dari sisi pembangunan infrastruktur, dukungan anggaran untuk belanja jalan daerah mencapai 89,05 persen. Sementara itu, realisasi investasi telah melampaui 90 persen dari target tahunan hingga September 2026.
Selain memperkuat infrastruktur, Pemkab Madiun mengalokasikan 13 persen tata ruang wilayah untuk pengembangan industri dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).Kebijakan tersebut diarahkan untuk memperluas kesempatan kerja, khususnya bagi sekitar 3.000 lulusan sekolah menengah kejuruan (SMK) dan sekolah menengah atas (SMA) setiap tahun.
Upaya tersebut juga diperkuat melalui kerja sama pendidikan vokasi dengan Universitas Sebelas Maret (UNS), yang membuka lima program studi di Madiun.
“Langkah ini disiapkan untuk menyerap potensi sekitar 3.000 lulusan sekolah menengah kejuruan dan atas setiap tahunnya. Kami juga menjalin kolaborasi pendidikan vokasi bersama Universitas Sebelas Maret (UNS) yang membuka lima program studi di Madiun,” jelas Hari.
Sementara itu, Wakil Bupati Madiun Purnomo Hadi mengatakan, peningkatan investasi berjalan seiring dengan upaya menekan tingkat pengangguran terbuka hingga berada di bawah rata-rata Provinsi Jawa Timur.
Menurutnya, pembangunan daerah difokuskan pada lima prioritas, yakni pengurangan pengangguran, penanggulangan kemiskinan, peningkatan layanan kesehatan, perluasan akses pendidikan, serta pemenuhan standar hidup layak.
Untuk menjaga kesinambungan pembangunan menuju visi Madiun Bersahaja (Bersih, Sehat, dan Sejahtera), Pemkab Madiun juga menerapkan pendekatan pentahelix dengan melibatkan unsur birokrasi, industri, akademisi, masyarakat, dan media massa.
Kolaborasi lintas sektor tersebut diharapkan dapat memperkuat pelaksanaan agenda pembangunan sekaligus menjaga pertumbuhan ekonomi daerah.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Madiun, Suntoko, menegaskan bahwa pers memiliki peran penting dalam mendukung pembangunan daerah.
Peran tersebut tidak hanya menyampaikan informasi pemerintah, tetapi juga menjalankan fungsi pengawasan dan verifikasi informasi publik.”Kami memposisikan rekan-rekan pers sebagai mitra kritis sekaligus benteng penyaring kabar bohong demi mewujudkan tata kelola pemerintahan yang akuntabel dan transparan, ” pungkas Suntoko. (@Red/Hms)







