IndonesiaBuzz: Wonogiri, 30 April 2026 – Upaya memperkuat sinergitas antar lembaga dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) terus dilakukan di Wonogiri. Hal itu tercermin dalam kunjungan silaturahmi jajaran Badan Pengawas Pemilihan Umum Kabupaten Wonogiri ke Polres Wonogiri, Kamis (30/4/26).
Pertemuan yang berlangsung di Lobby Tantya Sudhirajati Polres Wonogiri tersebut diterima langsung oleh Kapolres Wonogiri Wahyu Sulistyo bersama jajaran pejabat utama kepolisian. Dari pihak Bawaslu hadir Ketua A. Joko Wuryanto beserta komisioner dan staf Bawaslu Kabupaten Wonogiri.
Dalam pertemuan tersebut, Joko Wuryanto menegaskan bahwa meskipun tahapan pemilu telah berlalu, Bawaslu tetap memiliki mandat pengawasan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan. Salah satu fokus utama pengawasan adalah memastikan validitas data pemilih.
“Bawaslu tetap mengawal validitas data pemilih, karena potensi permasalahan seringkali bermuara pada Daftar Pemilih Tetap (DPT). Kami melakukan pengawasan secara melekat, termasuk uji petik di lapangan,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan bahwa Bawaslu Wonogiri telah menindaklanjuti sejumlah instruksi dari pusat, di antaranya mengembalikan barang bukti ke kas negara sebesar Rp136 juta serta memusnahkan 200 lembar kaos kampanye sesuai ketentuan yang berlaku.
Kapolres Wonogiri Wahyu Sulistyo mengapresiasi langkah Bawaslu dalam menjaga integritas proses demokrasi. Ia menilai koordinasi antar lembaga menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas politik di daerah.
Menurutnya, dinamika politik yang berkembang, termasuk perubahan regulasi yang membuka peluang munculnya lebih banyak kandidat dalam kontestasi politik, berpotensi meningkatkan kerawanan.
“Dengan adanya regulasi baru yang memungkinkan banyak kandidat, potensi kerawanan juga meningkat. Oleh karena itu, kita harus mengedepankan sikap netral, profesional, dan transparan dalam setiap tahapan,” tegas Wahyu.
Kapolres juga mengingatkan seluruh pihak untuk mewaspadai berbagai kepentingan yang berpotensi memanfaatkan momentum politik, baik melalui kekuatan finansial maupun penyebaran informasi di media sosial.
“Hal-hal kecil bisa dengan mudah dipelintir menjadi isu publik. Maka dari itu, seluruh pihak harus bijak dalam bermedia sosial serta terus meningkatkan koordinasi lintas instansi,” ujarnya.
Sementara itu, anggota Bawaslu Wonogiri Divisi SDM, Organisasi, Pendidikan dan Pelatihan Mayaris Kusdi menyoroti tantangan baru dalam pengawasan pemilu, terutama terkait perkembangan teknologi digital.
Ia menyebut penggunaan teknologi seperti kecerdasan buatan (AI) berpotensi disalahgunakan untuk memproduksi atau menyebarkan informasi yang tidak sesuai fakta.
“Kami perlu meningkatkan kewaspadaan dan koordinasi agar penggunaan teknologi tidak berdampak negatif terhadap jalannya pemilu,” ungkapnya.
Kapolres juga menekankan pentingnya menjaga netralitas serta mengedepankan langkah antisipatif terhadap potensi gangguan kamtibmas. Ia turut menyoroti peran Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu) sebagai wadah koordinasi penegakan hukum pemilu yang harus dijalankan secara hati-hati dan profesional.
Pertemuan ini sekaligus menjadi momentum memperkuat kolaborasi antara Bawaslu dan Polres Wonogiri dalam menjaga kondusivitas wilayah serta memastikan proses demokrasi berjalan aman, tertib, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakapolres Wonogiri Parwanto, Kasi Humas Anom Prabowo, Kasat Samapta Danang Sutrisno, serta Kasat Intelkam Sutarto bersama jajaran pejabat utama Polres Wonogiri dan anggota Bawaslu Kabupaten Wonogiri. (@Yudi /Koresponden Wonogiri).







