IndonesiaBuzz : Madiun, 29 Januari 2026 – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 7 Madiun menggelar sosialisasi keselamatan dan keamanan perjalanan kereta api dengan menyasar generasi muda di SMPN 6 Nganjuk, Rabu (28/1/2026).
Kegiatan ini dilakukan sebagai upaya pencegahan vandalisme dan gangguan eksternal yang berpotensi mengancam keselamatan perjalanan kereta api.
Sebanyak 750 siswa mengikuti kegiatan yang diprakarsai oleh Tim Humas dan Tim Pengamanan (PAM) Daop 7 Madiun tersebut.
Acara juga dihadiri Kepala SMPN 6 Nganjuk Dra. Tatiek Setyari, M.Si., bersama jajaran dewan guru.
Manager Humas Daop 7 Madiun Tohari menegaskan pentingnya edukasi keselamatan sejak usia sekolah karena pelajar memiliki peran strategis dalam membangun kesadaran publik.
“Kami ingin menumbuhkan rasa memiliki dan kepedulian terhadap fasilitas publik, khususnya perkeretaapian. Melalui sosialisasi ini, kami berharap para siswa memahami bahwa tindakan sekecil apa pun di jalur KA dapat berdampak besar pada keselamatan nyawa orang banyak,” ujar Tohari.
Dalam sosialisasi tersebut, Tim Humas menyampaikan materi mengenai transformasi KAI dan pengembangan layanan perkeretaapian.
Sementara Tim PAM memberikan pemahaman terkait larangan beraktivitas di jalur kereta api, termasuk bermain, berfoto selfie, menerbangkan layang-layang, serta meletakkan benda asing di atas rel.
Materi lain yang disampaikan mencakup bahaya pelemparan kereta api yang dapat merusak sarana dan membahayakan penumpang serta petugas.
Edukasi juga diberikan mengenai tata cara aman melintasi perlintasan sebidang dengan mengutamakan perjalanan kereta api.
Selain itu, siswa mendapat pemahaman mengenai dampak vandalisme seperti aksi coret-coret dan perusakan fasilitas perkeretaapian yang berpotensi mengganggu operasional.
Seluruh materi diarahkan untuk meningkatkan disiplin dan kepatuhan terhadap aturan keselamatan.
Sebagai penutup kegiatan, para siswa membacakan Janji Komitmen untuk tidak melakukan aksi vandalisme dan bersedia berperan aktif menjaga keselamatan serta keamanan perjalanan kereta api di lingkungan masing-masing.
“Dengan adanya sinergi antara KAI dan institusi pendidikan ini, kami berharap tercipta budaya disiplin. Keselamatan perjalanan kereta api bukan hanya tanggung jawab KAI, tetapi merupakan tanggung jawab kita bersama,” tutup Tohari. (@Arn/Hms)







