IndonesiaBuzz : Pacitan, 5 Januari 2025 – Dinamika internal olahraga Pacitan belum sepenuhnya mereda meski pemilihan Ketua KONI telah usai.
Persoalan terbaru justru bergeser ke proses penerbitan Surat Keputusan (SK) Perkumpulan Olahraga Domino Indonesia (PORDI) Pacitan, cabang olahraga baru yang dibentuk pascapemilihan.
Pemilihan Ketua KONI Pacitan yang digelar pada 3 Desember 2025 menetapkan Baginda Rahardian sebagai pemenang dengan perolehan 20 suara, unggul atas Citra Margaretha yang meraih 15 suara.
Selisih suara tersebut menutup kontestasi, namun tidak menghentikan perbincangan di kalangan pegiat olahraga daerah.Citra Margaretha menegaskan menerima hasil pemilihan tersebut tanpa keberatan.
Ia menyatakan sejak awal keterlibatannya dalam kontestasi bukan dilandasi ambisi jabatan, melainkan dorongan untuk ikut membangun olahraga di Pacitan.
“Sejak awal niat saya mengikuti kontestasi Ketua KONI Pacitan bukan semata soal kalah atau menang, melainkan keinginan untuk mendorong kemajuan daerah melalui bidang olahraga,” ujar Citra.
Komitmen itu, menurut Citra, dibuktikan dengan langkah konkret setelah pemilihan berakhir. Ia membentuk PORDI Pacitan, cabang olahraga yang sebelumnya belum terwadahi secara resmi di daerah tersebut.
Seluruh kebutuhan organisasi, mulai dari operasional hingga perlengkapan, disebut ditanggung secara pribadi tanpa melibatkan dana pihak lain.
“Setelah pemilihan selesai, saya tetap bergerak. Saya ingin berkontribusi nyata untuk olahraga Pacitan,” katanya.
Namun, proses pengesahan organisasi tersebut dinilai tidak berjalan mulus. Citra mengaku mendapati informasi yang membuatnya kecewa, terkait dugaan adanya upaya penundaan penerbitan SK PORDI Pacitan.
Ia menilai sikap tersebut tidak mencerminkan semangat kolaborasi yang seharusnya ditunjukkan oleh pimpinan KONI daerah.
Menurutnya, Ketua KONI Pacitan semestinya mendorong bertambahnya cabang olahraga sebagai bagian dari pengembangan prestasi dan partisipasi atlet, bukan justru menciptakan hambatan administratif yang berpotensi memicu konflik.
Isu tersebut mencuat setelah Citra mengaku dihubungi Sekretaris PORDI Provinsi.
Dalam komunikasi itu, ia mendapat informasi bahwa Ketua KONI Jawa Timur dan Ketua PORDI Jawa Timur telah menerima permintaan agar SK PORDI Pacitan ditahan.
“Baginda menelpon Ketua KONI Jatim dan Ketua PORDI Provinsi untuk meminta agar SK PORDI Pacitan di-hold dan tidak diberikan ke saya,” ujar Citra, Senin (5/1/2025).
Menanggapi tudingan tersebut, Baginda Rahardian memberikan klarifikasi.
Ia secara tegas membantah adanya upaya menghambat atau menolak pembentukan PORDI Pacitan.
Menurutnya, kewenangan penerbitan SK sepenuhnya berada di tingkat pengurus provinsi, bukan di tangan KONI kabupaten.
“Ndak lah, masa iya nolak. Kalau bergabung banyak cabor ya alhamdulillah. Kita tidak punya kewenangan menghambat atau tidak menerbitkan SK, itu kewenangan Ketua Domino Provinsi,” ujar Baginda.
Baginda juga menepis adanya ketegangan personal antara dirinya dan Citra.
Ia menyebut hubungan keduanya tetap berjalan baik meski sempat berhadapan dalam kontestasi pemilihan Ketua KONI.
“Aku sama Citra lho baik-baik aja,” pungkasnya.
Hingga kini, proses penerbitan SK PORDI Pacitan masih menjadi perhatian, seiring harapan agar polemik internal tidak menghambat pengembangan cabang olahraga baru di Pacitan. (@Arn/Tim)







