IndonesiaBuzz : Madiun, Senin 7 September 2026 – Bupati Madiun H. Hari Wuryanto membuka Pekan Olahraga dan Seni Antar Diniyah (Porsadin) IV tingkat Kabupaten Madiun di Alun-alun Reksogati, Caruban, Minggu (6/9/2026).
Ajang yang digelar DPC Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) Kabupaten Madiun itu menjadi wadah bagi ribuan santri untuk berkompetisi sekaligus memperkuat persaudaraan.
Pembukaan ditandai dengan pemukulan bedug oleh Bupati Madiun. Kegiatan tersebut dihadiri para alim ulama, pimpinan ormas Islam seperti NU, Muhammadiyah, dan MUI, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Madiun Drs. Mujono, M.Si., jajaran Forkopimda atau yang mewakili, Sekretaris Daerah Kabupaten Madiun, Kepala Perangkat Daerah, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Madiun, serta para kepala Madrasah Diniyah.
Ketua Panitia Porsadin IV Gus Muhammad Mahbubi mengatakan, seleksi daerah tahun ini melibatkan 6.282 santri dari seluruh Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT) se-Kabupaten Madiun.
Sebanyak 5.132 santri dari 8 DPAC mengikuti devile, sedangkan 650 santri mengikuti enam cabang lomba bidang seni, olahraga, dan keagamaan yang digelar di 11 titik lokasi sekitar Puspemkab Madiun dan GOR Pangeran Timur.
Selain peserta, kegiatan juga melibatkan 500 pendamping. Dengan kehadiran para wali santri yang memberikan dukungan, jumlah orang yang hadir di lapangan diperkirakan mencapai 8.000 orang.
Bupati Madiun H. Hari Wuryanto menilai kegiatan tersebut memiliki peran lebih luas daripada sekadar perlombaan. Ia menyebut olahraga dan seni dapat menjadi sarana pembentukan karakter sekaligus mendukung visi Kabupaten Madiun.
“Melalui olahraga kita menanamkan nilai sportifitas, disiplin, dan kerja sama. Melalui seni kita menumbuhkan kreativitas, kehalusan budi, serta kecintaan terhadap budaya bangsa. Semua ini sejalan dengan visi Kabupaten Madiun untuk mencetak generasi yang beriman, berilmu, berakhlak mulia, serta sehat jasmani dan rohani menuju Madiun yang Bersahaja (Bersih, Sehat, dan Sejahtera),” ujar Bupati H. Hari Wuryanto.
Bupati juga menyampaikan apresiasi kepada panitia dan jajaran DPC FKDT Kabupaten Madiun yang menyelenggarakan Porsadin IV. Kepada seluruh peserta, ia meminta agar semangat kompetisi tetap berjalan beriringan dengan nilai persaudaraan.
“Menang atau kalah bukanlah tujuan utama, melainkan bagaimana kita belajar berproses dan memperkuat persaudaraan di antara sesama santri. Teruslah belajar dan berbuat baik,” tambahnya.
Gus Mahbubi menegaskan Porsadin IV menjadi bagian dari upaya FKDT Kabupaten Madiun membekali santri dengan keberanian serta semangat ber-musabaqah dalam kebaikan (fastabiqul khairat). (@Arn/Kominfo)







