IndonesiaBuzz : Madiun, 30 Oktober 2025 – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Madiun kembali menyalurkan bantuan pangan berupa beras dan minyak goreng kepada 62.543 keluarga penerima manfaat (KPM) sebagai upaya menjaga ketahanan pangan dan stabilitas ekonomi masyarakat.
Penyaluran dilakukan secara serentak pada Kamis (30/10/2025), dengan kegiatan simbolis dipusatkan di Kantor Desa Tiron, Kecamatan Madiun. Acara tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Madiun, H. Hari Wuryanto, bersama jajaran Perum Bulog Cabang Madiun.
Untuk Desa Tiron, tercatat 203 keluarga menerima bantuan masing-masing 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng untuk alokasi bulan Oktober dan November 2025.
Bupati Hari Wuryanto menegaskan bahwa bantuan tersebut harus dimanfaatkan secara bijak dan tidak diperjualbelikan.
“Bantuan pangan ini memang untuk masyarakat, jadi tidak boleh dijual. Kami harap benar-benar dimanfaatkan untuk kebutuhan rumah tangga,” ujarnya.
Ia menambahkan, bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian pemerintah untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok di tengah fluktuasi harga pangan.
“Kalau dimanfaatkan dengan benar, bantuan ini dapat meringankan beban masyarakat dan memastikan tidak ada yang kesulitan memenuhi kebutuhan pokok,” imbuhnya.
Bupati juga menjelaskan bahwa data penerima telah melalui proses validasi Data Tunggal Kesejahteraan Sosial (DTKS) yang diperbarui setiap tiga bulan. Pemkab Madiun tetap membuka ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan masukan jika ada data yang belum sesuai.
Sementara itu, Kepala Perum Bulog Cabang Madiun, Agung Sarianto, menyebutkan bahwa daftar penerima bersumber dari Data Terpadu Ekonomi Nasional (DTEN) yang diperoleh dari pemerintah pusat melalui Badan Pangan Nasional (Bapanas) dan Kementerian Sosial.
“Kami menyalurkan sesuai data penerima yang sudah tervalidasi dari pusat,” jelasnya.
Agung menambahkan, stok beras di wilayah kerja Bulog Madiun saat ini mencapai 66 ribu ton yang tersebar di Kabupaten dan Kota Madiun serta Ngawi. Sebagian stok juga dikirim ke Madura dan Nusa Tenggara Timur.
“Madiun menjadi salah satu penyangga pangan penting di Jawa Timur dan nasional,” tandasnya.
Dengan sinergi antara Pemkab Madiun, Bulog, dan Bapanas, program bantuan ini diharapkan dapat memperkuat ketahanan pangan sekaligus mendorong kemandirian ekonomi masyarakat di daerah. (Arn/Tim)







