IndonesiaBuzz: Magetan, 25 Oktober 2025 – Hujan deras disertai angin kencang yang melanda Kabupaten Magetan sejak awal pekan telah menimbulkan kerusakan cukup parah. Dalam kurun empat hari terakhir 22 hingga 25 Oktober 2025, sedikitnya lima rumah warga di tiga kecamatan Ngariboyo, Poncol, dan Magetan dilaporkan roboh atau rusak berat. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kerugian material mencapai puluhan juta rupiah.
Peristiwa terbaru terjadi Sabtu (25/10/25) pagi di Kelurahan Selosari, Kecamatan Magetan. Rumah milik Sumarno (47) di RT 003 RW 005 ambruk sebagian setelah diguyur hujan deras yang disertai angin sejak Jumat malam. Bagian utama rumah roboh, sementara dapur mengalami rusak sedang. Kerugian ditaksir sekitar Rp15 juta.
Keluarga korban kini mengungsi sementara di rumah tetangga. Proses pembersihan puing berlangsung dengan melibatkan BPBD, TNI, Polri, perangkat kelurahan, dan masyarakat setempat.
Menurut laporan Pusat Pengendalian dan Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) BPBD Kabupaten Magetan, laporan diterima pukul 11.00 WIB dan Tim Reaksi Cepat (TRC PB) segera dikerahkan setengah jam kemudian untuk melakukan asesmen, pendataan, dan penyerahan bantuan darurat berupa terpal dan selimut.
“Kerja bakti sudah dimulai sejak pagi oleh warga secara mandiri. Kami imbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi bahaya bangunan rapuh atau retak akibat hujan intensitas tinggi,” ujar Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Magetan, Eka Wahyudi.
BPBD juga mengingatkan warga agar segera melapor melalui nomor darurat 0351 891111 atau WhatsApp 0813 3643 0086 bila terjadi bencana serupa.
Hujan ekstrem yang melanda sejak Rabu (22/10) telah menyebabkan beberapa insiden serupa di sejumlah titik: 22 Oktober Kecamatan Ngariboyo, Dapur rumah milik Jumiran (60) di Dukuh Natah, Desa Selotinatah, roboh akibat terpaan angin dan hujan deras. Kerugian mencapai Rp15 juta, 23 dan 24 Oktober Kecamatan Poncol, Longsor melanda empat titik di Desa Gonggang, merusak rumah warga, termasuk milik Sirin (65), 24 Oktober Kecamatan Magetan, Satu rumah di Kelurahan Alastuwo (sekitar Desa Ringinagung) roboh total setelah hujan berkepanjangan disertai pohon tumbang.
BPBD bersama Dinas Sosial, TNI, Polri, dan Dinas Perkimtan menyalurkan bantuan logistik dan menyiapkan program rehabilitasi bagi rumah rumah yang mengalami kerusakan berat.
Menurut evaluasi BPBD, curah hujan tinggi di awal musim hujan dan kondisi bangunan yang sudah lapuk menjadi faktor dominan penyebab kerusakan. Total enam keluarga kini mengungsi ke rumah saudara atau tetangga sambil menunggu proses pemulihan dan perbaikan.
Kepala BPBD Kabupaten Magetan mengingatkan warga di wilayah rawan seperti Poncol, Ngariboyo, dan kawasan pusat kota Magetan agar rutin memeriksa kondisi rumah dan lingkungan sekitar.
“Kami minta warga tidak berteduh di bawah pohon besar saat hujan disertai angin. Pantau selalu informasi cuaca dari BMKG atau kanal resmi BPBD,” tegasnya.
BPBD memperkirakan cuaca ekstrem masih akan berlangsung dalam beberapa hari ke depan. Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan dan memperkuat kesiapsiagaan lingkungan. Informasi dan laporan bencana dapat disampaikan melalui Pusdalops-PB di Jalan Samudra No. 47, Kelurahan Bulukerto, atau melalui media sosial resmi BPBD Magetan (@pusdalops_mgt di X/Twitter dan pusdalopspb.magetan di Instagram).
Dengan kolaborasi antara pemerintah, aparat, dan masyarakat, diharapkan dampak cuaca ekstrem di Kabupaten Magetan dapat diminimalkan serta memperkuat semangat gotong royong dalam menghadapi bencana di musim penghujan. (Agus Pujiono /Koresponden Magetan)







