IndonesiaBuzz: Sragen, 19 Oktober 2025 – Seorang pemuda bernama DFK (24), warga Dukuh Plompong RT 004, Desa Plompong, Kecamatan Sirampok, Kabupaten Brebes, dilaporkan tenggelam di Waduk Kedung Ombo (WKO), wilayah Desa Ngargotirto, Kecamatan Sumberlawang, Kabupaten Sragen, pada Sabtu (18/10/25) petang. Hingga Minggu pagi, tim search and rescue (SAR) gabungan bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sragen masih melakukan pencarian korban.
Informasi yang dihimpun dari lokasi kejadian menyebutkan, peristiwa nahas itu terjadi sekitar pukul 18.15 WIB. Saat itu, korban tengah menyeberang seorang diri menggunakan perahu kecil dari dermaga Ngasinan, Desa Ngargotirto, menuju ke keramba miliknya di tengah waduk. Diduga, perahu yang dinaiki korban mengalami kebocoran atau pecah, sehingga ia terjatuh ke air.
Beberapa saksi sempat melihat korban berusaha berenang menuju keramba, namun arus air yang kuat membuatnya tidak berhasil mencapai tujuan. Ia kemudian tenggelam dan menghilang dari permukaan air.
Kepala Pelaksana BPBD Sragen, R. Triyono Putro, membenarkan adanya laporan orang tenggelam tersebut. Ia mengatakan, pihaknya langsung menyiapkan peralatan penyelamatan sejak Sabtu malam dan mengerahkan personel ke lokasi kejadian.
“Tim sudah siaga sejak malam dengan membawa peralatan SAR. Namun karena kondisi cuaca dan visibilitas yang terbatas, pencarian baru bisa dilakukan efektif mulai Minggu pagi,” jelas Triyono, Minggu (19/10/25).
Ia menambahkan, sebanyak 50 personel SAR gabungan, yang terdiri dari unsur BPBD Sragen, TNI, Polri, relawan, serta warga setempat, telah diterjunkan untuk melakukan penyisiran perairan Waduk Kedung Ombo. Pencarian dilakukan dengan perahu karet dan alat deteksi bawah air, sementara dapur umum juga didirikan untuk mendukung kebutuhan logistik para petugas dan relawan di lapangan.
Sementara itu, Kapolsek Sumberlawang AKP Sudarmaji, mewakili Kapolres Sragen, menyampaikan bahwa pencarian pada Sabtu malam tidak memungkinkan dilakukan karena cuaca gelap dan berisiko tinggi bagi keselamatan tim.
“Kami sudah memantau lokasi sejak laporan pertama masuk. Karena situasi malam hari tidak memungkinkan, pencarian baru dilanjutkan pagi ini agar lebih efektif dan aman,” terang AKP Sudarmaji.
Hingga Minggu siang, tim SAR masih terus melakukan penyisiran di sekitar lokasi korban diduga tenggelam. Arus waduk yang cukup deras dan kedalaman air menjadi tantangan dalam proses pencarian.
Pihak kepolisian bersama BPBD Sragen mengimbau masyarakat, terutama para pemilik karamba dan nelayan di kawasan Waduk Kedung Ombo, agar lebih berhati hati saat beraktivitas di perairan, khususnya pada malam hari atau saat cuaca kurang bersahabat. (red)







