IndonesiaBuzz: Pemalang, 14 Agustus 2025 – Eks politikus senior PDI Perjuangan (PDIP) Kabupaten Pemalang, Sudarsono, resmi bergabung dengan Partai Solidaritas Indonesia (PSI), menambah daftar kader yang meninggalkan partai berlambang banteng moncong putih tersebut.
Sudarsono, yang telah aktif di PDIP sejak 1998 dan menjabat Ketua PAC PDIP Kecamatan Pemalang hingga 2005, kemudian menempati berbagai posisi struktural di partai hingga Januari 2025, mengaku bergabung dengan PSI karena kecintaannya terhadap Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi).
“Alasan saya masuk PSI karena kecintaan saya terhadap Pak Jokowi. Saya mendengar dan melihat statemen beliau saat pembukaan Kongres PSI di Solo, bahwa untuk tahun 2029 beliau akan maksimal bekerja keras untuk PSI. Saya ikut arah politik Pak Jokowi,” ujar Sudarsono saat diwawancarai awak media melalui telepon, Rabu (13/8/25).
Sudarsono sebelumnya dipecat dari PDIP oleh DPP pada 16 Januari 2025. Enam bulan berselang, tepatnya 27 Juli 2025, ia resmi menjadi anggota PSI dan membawa komunitasnya, Barisan Sudarsono Jokowi Lovers (BSJL), yang tercatat memiliki sekitar 650 anggota di grup WhatsApp, namun diyakini memiliki jaringan hingga ribuan orang tersebar di seluruh Indonesia, dengan mayoritas berada di Jawa.
“BSJL ini akan kami PSI-kan. Mereka punya komunitas dan keluarga, yang semuanya kami ajak bergabung. Kami sudah ber-KTA sejak 27 Juli,” kata Sudarsono.
Langkah Sudarsono ini menambah rombongan eks kader PDIP yang sebelumnya menyeberang ke PSI, termasuk tiga mantan kader Solo: Ginda Ferachtriawan, Dyah Retno Pratiwi, dan Wawanto. Ketua DPC PDIP Solo, FX Hadi Rudyatmo, menilai perpindahan mereka tidak berpengaruh signifikan bagi partai.
“Kalau saya, mereka bertiga itu enggak ada artinya untuk PDIP. Mereka tidak menjalankan perintah Ketua Umum Megawati Soekarnoputri saat Pilkada 2024 dan belum masuk struktur DPC secara signifikan,” ujar Rudy, Senin (11/8/25).







