IndonesiaBuzz: Wonogiri, 4 Agustus 2025 – Di tengah permukiman Dusun Tekil Kulon RT 001/RW 005, Desa Sendangrejo, Kecamatan Baturetno, Kabupaten Wonogiri, berdiri sebuah masjid tua yang dipercaya memiliki nilai sejarah tinggi. Masjid yang dikenal warga dengan nama Masjid Tiban Wonokerso ini diyakini sudah berdiri sejak zaman para Walisongo.
Menurut Warto (57), takmir Masjid Tiban Wonokerso, bangunan bersejarah ini diperkirakan berusia lebih tua dibanding Masjid Agung Demak. “Masjid ini sudah ada sejak berabad-abad yang lalu, sejak zaman para wali,” ujar Warto saat ditemui IndonesiaBuzz, Senin (4/8/25).
Masjid berukuran 6×7 meter persegi ini diyakini pernah menjadi persinggahan para wali, termasuk Sunan Kalijaga, saat perjalanan mencari kayu untuk membangun Masjid Agung Demak. Seluruh bangunan masjid terbuat dari kayu jati dengan empat tiang utama (saka guru) yang masih kokoh menopang atap tumpang dua khas arsitektur Jawa kuno.
Keunikan lainnya, masjid ini berdiri di atas beberapa batu umpakan atau ompak, sehingga tampak seperti panggung dari kejauhan. Di dalamnya terdapat mimbar kayu berukir kuno yang masih terjaga keasliannya.

Potret Bangunan Masjid Tiban Wonokerso
Selain memiliki nilai religius, Masjid Tiban Wonokerso juga menyimpan kisah sejarah perjuangan. Konon, bangunan ini pernah dijadikan tempat persembunyian oleh Raden Mas Said atau Pangeran Sambernyawa ketika dikejar pasukan Belanda pada masa penjajahan.
“Selama ratusan tahun, masjid ini hanya pernah direnovasi satu kali pada tahun 2002. Itu pun hanya membersihkan kayu dan memberi obat anti rayap tanpa mengubah bentuk aslinya,” jelas Warto.
Sejak 1996, Masjid Tiban Wonokerso telah ditetapkan sebagai bangunan cagar budaya dan dilindungi Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2011 tentang Cagar Budaya. Hingga kini, masjid tua ini tetap difungsikan untuk beribadah warga Desa Sendangrejo dan kerap dikunjungi peziarah maupun masyarakat dari luar Baturetno yang ingin melihat langsung jejak sejarah Walisongo. (Yudi.S/Koresponden Wonogiri)







