Indonesiabuzz.com : Jatim, 2 Juli 2025 – Seorang kurir JNT dianiaya di Jl. Teja, Sekar Putih, Desa Laden, di dekat Gedung Pramuka, Pamekasan, Madura, Jawa Timur, oleh seorang pria bernama Arif, pada Senin (30/7/2025), lantaran barang yang diantar oleh sang kurir ternyata tak sesuai dengan pesanan. Istri Arif memesan 1 unit smartphone dengan sistem Cash On Delivery (COD).
Setelah dibayar dan dibuka, ternyata HP tak sesuai dengan pesanan sang istri. Arif yang mengetahui hal tersebut memaksa sang kurir untuk mengembalikan uangnya. Padahal sudah jelas, bahwa sistem pembelian COD, apabila barang tak sesuai makan pengembalian harus melalui prosedur yang berlaku.
Rekaman video kejadian penganiayaan yang diambil secara langsung sang kurir tersebut kemudian viral di berbagai media sosial.
Dalam video terlihat Arif menarik sang kurir sembari mengatakan, “kembalikan, kembalikan (uangnya),” sambil mencekik leher sang kurir yang mulutnya berdarah, diduga karena mendapat pukulan dari Arif.
Tidak cukup di situ saja. Istri Ayik mengambil paksa dompet milik Irwan dan mengambil uang Rp 1,5 juta yang telah dibayarkan.
“Tang pesse ekalak wak (uangku diambil itu),” kata kurir.
“Apah sengkok tak ngalak, ghun ngalak tang pesse (apa aku nggak ngambil, cuma ngambil uang punyaku,” kata si istri sambil mengambil uang dari dompetnya.
Peristiwa ini telah dilaporkan ileh sang kurir ke Polres Pamekasan pada hari yang sama.
“Pastinya ditindaklanjuti sesuai SOP,” kata Kasat Reskrim Polres Pamekasan Iptu Doni Setiawan. (Ananda-Red)







