IndonesiaBuzz: Jakarta 17 Juni 2025 – Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat terbatas secara daring untuk membahas penyelesaian sengketa batas wilayah antara Sumatera Utara dan Aceh yang melibatkan empat pulau. Ia meminta hasil keputusan diumumkan ke publik sesegera mungkin agar polemik tidak berlarut-larut.
“Segera saja diumumkan ke masyarakat supaya nggak jadi bahan untuk bikin rame lagi,” kata Prabowo dalam rapat yang ditayangkan melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden, Selasa, 17 Juni 2025.
Empat pulau yang dipersengketakan yakni Pulau Mangkir Gadang, Mangkir Ketek, Lipan, dan Panjang. Dalam rapat tersebut, Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad melaporkan bahwa dokumen autentik milik Kementerian Dalam Negeri menunjukkan keempat pulau itu merupakan bagian dari wilayah Aceh.
Dasco menyebut, temuan tersebut berasal dari keputusan lama yang ditandatangani oleh dua gubernur saat itu, termasuk Gubernur Sumut periode 1988–1998 Raja Inal Siregar. “Kesepakatan itu menyatakan empat pulau tersebut masuk ke wilayah Aceh,” ujarnya kepada Presiden.
Ia menambahkan bahwa dua gubernur provinsi saat ini akan menandatangani pembaruan kesepakatan sebagai bentuk formalisasi. Setelah itu, hasilnya akan disampaikan kepada masyarakat secara terbuka.
Prabowo mengapresiasi penyelesaian cepat ini dan menekankan pentingnya menjaga suasana nasional yang dinilainya tengah berada dalam kondisi baik. Ia menggarisbawahi kemajuan ekonomi dan pertanian sebagai bukti positif pembangunan nasional.
“Suasana kita sangat bagus. Pertumbuhan ekonomi baik, produksi pertanian juga menunjukkan kemajuan. Jadi, kita perlu menjaga kondisi ini dengan informasi yang jernih kepada rakyat,” kata Prabowo.






