IndonesiaBuzz: Solo, 16 Juni 2025 – Jalan dr Radjiman, yang membentang sepanjang 12 kilometer dari Pasar Klewer hingga perbatasan Kartasura, Sukoharjo, diklaim sebagai jalan tertua di Kota Solo. Jalan ini tak hanya menjadi penghubung vital antarkota, tetapi juga menyimpan jejak sejarah penting perpindahan Keraton Kartasura ke Desa Sala pada 1745.
Berdasarkan informasi dari akun resmi Pemerintah Kota (Pemkot) Solo, Jalan dr Radjiman merupakan rute yang dilewati Paku Buwono II saat memindahkan Keraton dari Kartasura menuju lokasi baru yang kini menjadi pusat Kota Solo. Dalam prosesi bersejarah tersebut, sang raja menunggangi Kereta Kyai Garuda didampingi permaisuri, diiringi tabuhan gamelan oleh para niyaga dan pasukan kompeni di bawah pimpinan Mayor van Hohendorff.
Suasana boyongan atau perpindahan Keraton saat itu berlangsung meriah dan sakral, dengan iring-iringan para abdi dalem yang memainkan gending ‘Kodhok Ngorek’ sebagai bagian dari tradisi keraton.
Kini, Jl dr Radjiman dikenal sebagai kawasan bisnis yang ramai. Deretan ruko modern berdiri di sepanjang jalan ini, dihuni oleh berbagai usaha seperti toko fesyen, alat rumah tangga, kuliner, hingga mainan anak. Beberapa hotel ternama juga berdiri di sepanjang jalur bersejarah ini, memperkuat fungsinya sebagai urat nadi ekonomi kota.
Meski wajahnya telah berubah modern, jejak sejarah masih terlihat jelas dari bangunan-bangunan kuno di sepanjang jalan, seperti kawasan Keraton Solo, Kampung Wisata Batik Kauman, Kemlayan, Gedung Kesenian Sriwedari, dan Laweyan. Semua bangunan ini menjadi saksi bisu perpindahan besar Keraton Solo yang menandai awal mula berdirinya Kota Solo sebagai pusat kekuasaan Mataram Islam kala itu.
Sejarah ini memperkuat dugaan bahwa Jl dr Radjiman dibangun sekitar tahun 1745, bertepatan dengan momentum penting dalam sejarah Kasunanan Surakarta.







