Saturday, June 27, 2026
POJOK MILENIAL
Indonesiabuzz.com
  • Terbaru
  • Terpopuler
  • Topik Pilihan
No Result
View All Result
Indonesiabuzz.com
No Result
View All Result
Home Lifestyle Kesehatan

Bumi Panas, Nasi Jadi Beracun? Ini Fakta Mengejutkan dari Ilmuwan

by wara.e
April 18, 2025
Reading Time: 3 mins read
Bumi Panas, Nasi Jadi Beracun? Ini Fakta Mengejutkan dari Ilmuwan

Beras menjadi salah satu makanan pokok di wilayah Asia. (Foto: Istimewa)

IndonesiaBuzz: Kesehatan – Tahukah kamu? Sebuah penelitian terbaru mengungkap bahwa perubahan iklim dapat meningkatkan kadar arsenik dalam beras. Temuan ini menjadi perhatian serius, mengingat beras merupakan makanan pokok bagi miliaran orang di Asia, termasuk Indonesia.

Penelitian ini dilakukan oleh para ilmuwan dari Columbia University, bekerja sama dengan Johns Hopkins University dan Akademi Ilmu Pengetahuan China. Mereka menemukan bahwa jika suhu bumi meningkat lebih dari 2 derajat Celsius disertai dengan naiknya kadar karbon dioksida (CO₂), tanaman padi dapat menyerap lebih banyak arsenik dari tanah.

Kondisi ini berbahaya karena arsenik, terutama jenis arsenik anorganik (iAs), jika dikonsumsi dalam jangka panjang dapat meningkatkan risiko sejumlah penyakit kronis. Mulai dari penyakit jantung dan diabetes, hingga kanker seperti kanker paru-paru dan kandung kemih.

Risiko Penyakit Meningkat

BeritaTerkait

Pijat Kretek Viral di Medsos, Dokter Ungkap Risiko Kelumpuhan hingga Kematian

Darurat Kesehatan Mata Siswa, Guru Madrasah Madiun Dapat Pelatihan Khusus

“Hasil penelitian kami menunjukkan bahwa peningkatan kadar arsenik ini dapat secara signifikan meningkatkan kejadian penyakit jantung, diabetes, dan dampak kesehatan non-kanker lainnya,” ujar Lewis Ziska, Ph.D., profesor madya di Mailman School of Public Health, dikutip dari Phys, Jumat (18/4/2025).

Para peneliti memperkirakan bahwa kondisi ini dapat berdampak besar terhadap kesehatan masyarakat Asia pada tahun 2050. Di China saja, diprediksi akan ada lebih dari 13 juta kasus kanker yang terkait dengan konsumsi beras yang mengandung arsenik.

“Karena beras merupakan makanan pokok di banyak negara, perubahan ini berpotensi meningkatkan beban global terhadap penyakit kanker, penyakit kardiovaskular, dan masalah kesehatan lain yang berhubungan dengan arsenik,” tambah Ziska.

Perubahan Iklim Ubah Kandungan Kimia Tanah

Mengapa kadar arsenik bisa meningkat? Menurut peneliti, perubahan iklim memengaruhi kondisi kimia tanah, sehingga tanaman padi lebih mudah menyerap arsenik ke dalam bulir beras. Penelitian ini dilakukan selama lebih dari satu dekade dengan menggunakan teknologi canggih untuk mensimulasikan kondisi iklim masa depan.

“Dari perspektif kesehatan, efek toksik dari paparan iAs kronis sudah diketahui dengan baik. Ini mencakup kanker paru-paru, kandung kemih, dan kulit, serta penyakit jantung iskemik. Bukti juga menunjukkan kaitan dengan diabetes, gangguan kehamilan, perkembangan saraf, dan sistem kekebalan tubuh,” jelas Ziska.

Menggunakan Teknologi Mutakhir

Tim peneliti menggunakan metode FACE (Free-Air CO₂ Enrichment) serta menggabungkan teknik pemodelan canggih untuk menganalisis data. Mereka kemudian memperkirakan dosis paparan arsenik anorganik dan risiko kesehatannya di tujuh negara Asia, yakni Bangladesh, China, India, Indonesia, Myanmar, Filipina, dan Vietnam.

Perkiraan konsumsi beras berdasarkan data tahun 2021 dari masing-masing negara digunakan sebagai dasar perhitungan. Sementara itu, standar deviasi konsumsi beras per kilogram berat badan mengacu pada data Badan Perlindungan Lingkungan Amerika Serikat (EPA) untuk membentuk distribusi konsumsi yang lebih akurat.

Solusi dan Langkah Pencegahan

Meski ancaman ini nyata, para peneliti juga menawarkan sejumlah solusi. Beberapa di antaranya adalah dengan mengembangkan varietas padi yang mampu menyerap arsenik lebih sedikit, menerapkan pengelolaan sawah yang lebih baik, serta meningkatkan edukasi masyarakat mengenai bahaya arsenik dalam beras.

“Berdasarkan temuan kami, kami yakin ada beberapa langkah yang dapat diambil untuk mengurangi paparan arsenik di masa mendatang,” kata Ziska.

Langkah-langkah tersebut meliputi upaya pemuliaan tanaman untuk menekan penyerapan arsenik, perbaikan dalam pengelolaan tanah, serta praktik pengolahan beras yang lebih aman. Selain itu, edukasi kepada masyarakat dan pemantauan kadar arsenik secara berkala sangat penting dilakukan.

“Studi kami menegaskan pentingnya tindakan segera untuk mengurangi paparan arsenik dalam beras, terutama karena perubahan iklim terus berdampak pada ketahanan pangan global,” pungkas Ziska.

Jadi dari peneliatian ini bisa ditarik kesimpulan bahwa perubahan iklim tidak hanya berdampak pada cuaca ekstrem seperti panas dan banjir, tetapi juga bisa memengaruhi makanan sehari-hari yang kita konsumsi. Oleh karena itu, menjaga kelestarian lingkungan bukan hanya demi bumi, tapi juga demi kesehatan kita sendiri.

Tags: ArsenikArsenik Dalam BerasberasBeras Bisa BeracunKelestarian LingkunganKesehatanPerubahan Cuaca EkstremPerubahan Iklim EkstremPerubahan Iklim Global
Share221SendScan

Trending

Lima Peserta SPPI Meninggal, Kemhan Evaluasi Menyeluruh Latihan Bela Negara dan Manajerial
News

Lima Peserta SPPI Meninggal, Kemhan Evaluasi Menyeluruh Latihan Bela Negara dan Manajerial

2 hours ago
Jelang Suran Agung PSHWTM, Polres Madiun Kota Kerahkan 983 Personel dalam Operasi Aman Suro 2026
News

Jelang Suran Agung PSHWTM, Polres Madiun Kota Kerahkan 983 Personel dalam Operasi Aman Suro 2026

3 hours ago
Jokowi Tegaskan Kunjungan ke Lampung untuk Dukung PSI, Minta Struktur Partai Aktif Dampingi Masyarakat
News

Jokowi Tegaskan Kunjungan ke Lampung untuk Dukung PSI, Minta Struktur Partai Aktif Dampingi Masyarakat

17 hours ago
Peserta Meninggal dalam Latsarmil SPPI Bertambah Jadi Empat, Kemhan Janji Evaluasi Menyeluruh
News

Peserta Meninggal dalam Latsarmil SPPI Bertambah Jadi Empat, Kemhan Janji Evaluasi Menyeluruh

1 day ago
Bareskrim Tetapkan 287 WNA Jadi Tersangka Judi Daring Internasional, Jaringan Hayam Wuruk Diduga Libatkan Enam Negara
News

Bareskrim Tetapkan 287 WNA Jadi Tersangka Judi Daring Internasional, Jaringan Hayam Wuruk Diduga Libatkan Enam Negara

1 day ago
Indonesiabuzz.com

Enter your email address

TERBARU

Lima Peserta SPPI Meninggal, Kemhan Evaluasi Menyeluruh Latihan Bela Negara dan Manajerial

Lima Peserta SPPI Meninggal, Kemhan Evaluasi Menyeluruh Latihan Bela Negara dan Manajerial

June 27, 2026
Jelang Suran Agung PSHWTM, Polres Madiun Kota Kerahkan 983 Personel dalam Operasi Aman Suro 2026

Jelang Suran Agung PSHWTM, Polres Madiun Kota Kerahkan 983 Personel dalam Operasi Aman Suro 2026

June 27, 2026

TERPOPULER

Aliansi Mahasiswa Ngawi Turun ke Jalan, Soroti BBM, RUU Perampasan Aset hingga Alih Fungsi Lahan Pertanian

Kuota SD Sekolah Rakyat di Ngawi Baru Terisi Tiga Siswa, Pemkab Usulkan Anak Panti Asuhan Jadi Solusi

SILPA Rp152 Miliar Diprioritaskan untuk Jalan Poros Desa, Pemkab dan DPRD Ngawi Percepat Infrastruktur Pedesaan

Kyai Kolo Dete: Misteri Leluhur Bocah Gimbal Dieng

  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Hubungi Kami
  • Sitemap

Copyright © 2022-2023, IndonesiaBuzz.com. All rights reserved.

No Result
View All Result
  • Home
  • Buzz
  • Halo Indonesia
  • News
    • Ekonomi & Bisnis
    • Hukum & Kriminal
    • Politik & Pemerintahan
    • Sosial Kemasyarakatan
  • Tokoh
  • Entertainment
    • Hiburan
    • Selebritis
  • Humaniora
    • Budaya
    • Historia
    • Sastra
    • Inspirasi
  • Lifestyle
    • Fashion
    • Finansial
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Otomotif
    • Relationship
    • Sport
    • Teknologi
    • Wanita
  • Sudut Pandang
    • Celoteh
    • Kata Pakar
    • Opini
  • Travel & Staycation
  • Pojok Milenial
  • Foto

Copyright © 2022-2023, IndonesiaBuzz.com. All rights reserved.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In