IndonesiaBuzz: Mesuji, 27 Juni 2026 – Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) menegaskan bahwa kunjungan kerjanya ke Provinsi Lampung bukan sekadar agenda silaturahmi dengan masyarakat, tetapi juga menjadi bentuk dukungan terhadap penguatan organisasi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menjelang konsolidasi politik jangka panjang menuju Pemilu 2029.
Pernyataan tersebut disampaikan Jokowi saat menghadiri Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) DPD PSI Kabupaten Mesuji, Lampung, Jumat (26/6/26). Di hadapan para kader, mantan kepala negara itu menyebut dukungan terhadap PSI menjadi salah satu alasan utama kunjungannya ke provinsi tersebut.
“Untuk apa saya datang ke Provinsi Lampung? Untuk apa saya datang ke Kabupaten Mesuji? Pertama, kecintaan saya kepada masyarakat Lampung tidak luntur, masih tetap. Dan yang kedua, yang lebih penting, juga untuk PSI!” kata Jokowi yang disambut tepuk tangan para peserta Rakorda.
Jokowi menjelaskan, Lampung dipilih sebagai provinsi pertama dalam rangkaian kunjungannya karena dinilai menunjukkan perkembangan organisasi yang signifikan.
Ia memberikan apresiasi kepada jajaran pengurus PSI di tingkat wilayah hingga kabupaten karena hampir menyelesaikan pembentukan struktur partai sampai ke tingkat desa.
Menurut Jokowi, capaian tersebut menjadi modal penting bagi partai untuk membangun jaringan politik yang kuat di tingkat akar rumput.
“Saya ingin memberikan apresiasi, penghargaan dan penghormatan yang tinggi kepada Ketua Umum, Ketua DPW, Ketua DPD beserta seluruh jajarannya yang telah menyelesaikan struktur partai sampai ke tingkat desa. Yang lain-lain saya lihat masih 60 persen, 40 persen, di sini sudah hampir 100 persen,” ujarnya.
Dalam arahannya, Jokowi menekankan bahwa pembentukan struktur organisasi hanyalah langkah awal.
Menurutnya, tantangan yang lebih besar adalah memastikan struktur tersebut benar-benar aktif dan mampu menjadi bagian dari kehidupan masyarakat sehari-hari.
Ia meminta seluruh pengurus dan kader PSI tidak hanya hadir ketika memasuki masa kampanye atau menjelang pemilihan umum, melainkan terus membangun hubungan sosial dengan masyarakat secara berkelanjutan.
“Berikutnya adalah membuat struktur itu hidup dan bekerja. Apa artinya hidup dan bekerja? Artinya Bapak dan Ibu jajaran pengurus harus selalu dekat dengan masyarakat, bukan pas mau Pemilu saja, tapi harian itu harus dekat dengan kehidupan masyarakat,” tegas Jokowi.
Ia kemudian memberikan sejumlah contoh konkret keterlibatan kader di tengah masyarakat, mulai dari menghadiri takziah ketika ada warga meninggal dunia, menghadiri kegiatan keagamaan seperti tahlilan dan yasinan, memberikan ucapan selamat pada acara pernikahan, hingga mendampingi masyarakat ketika menghadapi persoalan sosial.
Bagi Jokowi, kehadiran kader dalam aktivitas keseharian merupakan fondasi utama untuk membangun kepercayaan publik terhadap partai politi
Jokowi meyakini organisasi partai yang hidup dan bekerja secara konsisten akan menjadi modal utama dalam menghadapi Pemilihan Legislatif (Pileg) 2029.
Menurutnya, kekuatan partai tidak hanya diukur dari jumlah pengurus yang tercatat secara administratif, tetapi juga dari kemampuan kader membangun hubungan yang berkesinambungan dengan masyarakat.
Pendekatan tersebut, kata dia, akan menentukan efektivitas mesin politik dalam memenangkan kepercayaan publik pada kontestasi demokrasi mendatan
Kunjungan Jokowi ke Lampung dijadwalkan berlangsung selama 26 hingga 28 Juni 2026 dengan sejumlah agenda yang tersebar di berbagai kabupaten dan kota.
Selain memberikan Arahan Kebangsaan dalam Rakorda PSI, Jokowi dijadwalkan bertemu masyarakat dan relawan, mengunjungi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), mengikuti kirab budaya, serta bersilaturahmi dengan tokoh adat dan pimpinan pondok pesantren.
Sejumlah daerah yang masuk dalam agenda kunjungannya antara lain Kabupaten Mesuji, Tulangbawang Barat, Pesawaran, Bandar Lampung, Lampung Timur, serta beberapa wilayah lain di Provinsi Lampung.
Pesan yang disampaikan Jokowi dalam Rakorda PSI memperlihatkan penekanan pada pentingnya membangun organisasi politik yang tidak berhenti pada pembentukan struktur formal.
Dalam pandangannya, keberhasilan partai pada masa depan sangat ditentukan oleh kemampuan kader hadir secara nyata di tengah masyarakat, menyerap persoalan warga, serta membangun hubungan sosial yang berkesinambungan.
Pendekatan tersebut menjadi salah satu strategi konsolidasi politik berbasis akar rumput yang dinilai dapat memperkuat legitimasi partai sekaligus membangun kepercayaan publik jauh sebelum memasuki tahapan pemilu berikutnya. @yudi







