IndonesiaBuzz: Kabupaten Madiun, 27 Desember 2024 – Tugu Brem di simpang empat Kelurahan Bangunsari, Mejayan, kini tampil lebih modern dan estetik setelah direkonstruksi oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Madiun. Ornamen brem, yang menjadi ikon Kabupaten Madiun, diperbesar dan lebih ditonjolkan dibandingkan sebelumnya.
“Secara ikon, tugu ini mewakili dan memperkuat kawasan home industri brem. Secara estetika, tampilannya lebih bagus dibandingkan sebelumnya,” ujar Kepala DLH Kabupaten Madiun, Zahrowi, Selasa (26/12).
Rekonstruksi ini merupakan upaya DLH untuk mempertegas brem sebagai produk unggulan Bumi Kampung Pesilat. Ornamen brem diperbesar dan dihiasi lampu sorot di setiap sudut untuk memberikan efek visual yang menarik, terutama di malam hari. Sebaliknya, ornamen buah yang sebelumnya ada di tugu tersebut dihilangkan.
Proyek rekonstruksi ini rampung lebih awal dari kontrak yang semestinya berakhir pada 30 Desember 2024. Pj Bupati Madiun, Tontro Pahlawanto, mengapresiasi hasil rekonstruksi tersebut saat melakukan monitoring dan evaluasi (monev) program organisasi perangkat daerah (OPD) di lokasi pada Selasa lalu.
“Proyek ini tinggal pemeliharaan ke depannya,” ujarnya. Dalam kesempatan tersebut, Tontro juga memantau layanan one day service di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) dan Tempat Pengolahan Sampah Reduce-Reuse-Recycle (TPS3R).
Tugu Brem, yang pertama kali dibangun pada 2017, menjadi simbol identitas Kabupaten Madiun karena mengacu pada sentra industri brem di Desa Kaliabu, Mejayan. Namun, ikon ini sempat kurang dikenal masyarakat karena desain sebelumnya dinilai kurang menonjolkan identitas brem.
Dengan desain baru ini, diharapkan Tugu Brem tidak hanya menjadi tetenger Kabupaten Madiun, tetapi juga mampu meningkatkan kesadaran masyarakat dan wisatawan akan produk khas daerah tersebut. Rekonstruksi tugu ini menelan anggaran sebesar Rp 318 juta.
Masyarakat kini dapat menikmati Tugu Brem yang lebih menarik sebagai simbol daerah sekaligus ikon kebanggaan Kabupaten Madiun.







