Friday, June 12, 2026
POJOK MILENIAL
Indonesiabuzz.com
  • Terbaru
  • Terpopuler
  • Topik Pilihan
No Result
View All Result
Indonesiabuzz.com
No Result
View All Result
Home Humaniora Historia

Jejak Kepemimpinan PB X: Dari Pembangunan Surakarta hingga Dukungan untuk Pergerakan Nasional

by Redaksi IndonesiaBuzz
December 25, 2024
Reading Time: 4 mins read
Jejak Kepemimpinan PB X: Dari Pembangunan Surakarta hingga Dukungan untuk Pergerakan Nasional

Pakubuwono X (PB X). (Wikipedia)

IndonesiaBuzz: Historia – Sri Maharaja Sahandhap Dalem Sampeyan Dalem Ingkang Sinuhun Ingkang Minulya saha Ingkang Wicaksana Kangjeng Susuhunan Pakubuwana Senapati ing Alaga Abdurrahman Sayyidin Panatagama Ingkang Jumeneng kaping Sadasa ing Nagari Surakarta Hadiningrat atau PakuBuwono X (PB X), raja yang memerintah Kraton Kasunanan Surakarta dari 1893 hingga 1939.

Peranannya dalam mendukung perjuangan kemerdekaan dan mencetak tokoh-tokoh penting dalam sejarah Indonesia tak dapat dipandang sebelah mata. Jasanya diabadikan dengan pemberian Bintang Mahaputra Adipradana pada Tahun 2009 dan ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional Indonesia.

Pendidikan dan Pembentukan Kepemimpinan PB X

Sri Susuhunan Pakubuwana X, yang lahir pada 29 November 1866 dengan nama Raden Mas Gusti Sayidin Malikul Kusna, memiliki berbagai keahlian yang mendalam. Di antaranya adalah kesusastraan, agama Islam, seni, dan keahlian dalam berbagai bidang, termasuk kuda dan senjata. Tidak hanya itu, PB X juga mempelajari berbagai ajaran dari serat-serat piwulang Jawa, psikologi, serta bahasa Arab, Melayu, dan Belanda.

Pakubuwono X (PB X). (Wikipedia)

Menurut Pengageng Sasana Wilapa Kraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat, KP H Dany Nur Adiningrat, PB X memperoleh pendidikan yang sangat luas dan beragam yang membentuk dirinya menjadi pemimpin yang visioner.

BeritaTerkait

Kraton Surakarta Gelar Kirab Malam Selikuran, Padukan Ritual, Budaya, dan Syiar Islam

Sadranan Kajoran Jadi Simbol Sinergi Warga dan Karaton Surakarta

“Kecemerlangan PB X tidak lepas dari bimbingan Pakubuwana IX. Sejak usia tujuh tahun, PB X sudah dilibatkan dalam pertemuan politik dengan pejabat Belanda,” ujar Kanjeng Dany, sapaan akrabnya.

Kemajuan Infrastruktur di Masa Pemerintahan PB X

Lebih lanjut, Kanjeng Dany mengungkapkan, setelah naik tahta pada 30 Maret 1893, PB X membawa Kraton Kasunanan Surakarta ke dalam era kemajuan yang pesat, terutama di bidang infrastruktur. Beberapa bangunan penting seperti Stasiun Solo Jebres, Taman Sriwedari, Pasar Gede, dan Tempat Potong Hewan merupakan hasil dari kebijakannya yang memprioritaskan pembangunan daerah.

“Pembangunan yang dilakukan PB X tidak hanya berorientasi pada ekonomi, tetapi juga berfokus pada pengembangan budaya dan kenyamanan masyarakat,” jelasnya.

Dukungan Terhadap Pergerakan Nasional

Di masa pemerintahannya, PB X memberikan dukungan besar terhadap kebangkitan nasional. Ia mendorong para bangsawan dan kerabatnya untuk mendukung organisasi-organisasi pergerakan seperti Budi Oetomo dan Syarikat Islam (SI), yang merupakan tonggak penting dalam perjuangan menuju kemerdekaan Indonesia.

Salah satu bentuk dukungan PB X terhadap SI terlihat ketika Kongres SI tahun 1913 diselenggarakan di Taman Sriwedari, yang mendapat restu penuh dari PB X.

“PB X tidak hanya memfasilitasi, tetapi juga memberi dukungan secara terbuka dan diam-diam kepada pergerakan-pergerakan ini,” lanjut Kanjeng Dany.

Mendukung Pendidikan dan Mencetak Tokoh-Tokoh Terkenal

PB X juga sangat memperhatikan dunia pendidikan. Dari kantong pribadinya, PB X memberikan beasiswa kepada anak-anak pandai dari abdi dalem. Beberapa tokoh besar yang lahir dari beasiswa ini antara lain Prof. Dr. Mr. Soepomo, penyusun UUD 1945 dan Menteri Kehakiman, serta Prof. Dr. Mr. Wirjono Prodjodikoro, Ketua Mahkamah Agung Indonesia.

“PB X berperan besar dalam mencetak banyak tokoh yang kemudian memiliki kontribusi besar dalam perjalanan kemerdekaan Indonesia,” ungkapnya.

Strategi Politik Ngideri Buwono

Kanjeng Dany pun menjelaskan, salah satu kebijakan unik PB X adalah Ngideri Buwono, yang berarti berkeliling untuk menyerap aspirasi rakyat dan memperjuangkan kemerdekaan. Kebijakan ini mendapat kritik dari pemerintah kolonial Belanda, yang menganggapnya sebagai pemborosan.

Namun, PB X tetap teguh pada pendiriannya, karena ia percaya bahwa kebijakan tersebut sangat penting untuk menyuarakan aspirasi rakyat dan mendukung pergerakan kemerdekaan.

Penghargaan Sebagai Pahlawan Nasional

Setelah memerintah selama 46 tahun, PB X wafat pada 1939. Jasanya kemudian diabadikan dengan pemberian Bintang Mahaputra Adipradana pada tahun 2009 dan penetapan dirinya sebagai Pahlawan Nasional Indonesia.

“PB X bukan hanya pemimpin Keraton Surakarta, tetapi juga pahlawan yang berjuang untuk kemerdekaan Indonesia,” tutup Kanjeng Dany.

Dengan segala jasa dan perjuangannya, Pakubuwana X menjadi salah satu pahlawan yang tidak hanya memajukan Keraton Surakarta, tetapi juga turut membentuk perjalanan bangsa menuju kemerdekaan. @indonesiabuzz

Tags: Budi OetomoHistoriaIr Soekarnokemerdekaan IndonesiaKeraton SurakartaMuseum Radyapustakapahlawan nasionalPaku Buwono XPB IXPB XPendidikanPergerakan Nasionalperjuangan kemerdekaanpolitik BelandaRaja JawaSejarah Indonesiasejarah Surakartastrategi politikSyarikat IslamTaman Sriwedari
Share226SendScan

Trending

LSM Walidasa Awasi SPMB 2026, Selidiki Dugaan Penambahan Siswa dan Rombel di Luar Kuota Resmi
Halo Jatim

LSM Walidasa Awasi SPMB 2026, Selidiki Dugaan Penambahan Siswa dan Rombel di Luar Kuota Resmi

5 hours ago
BPBD Bojonegoro Siaga Hadapi Kemarau 2026, Sebanyak 93 Desa Dipetakan Rawan Kekeringan
News

BPBD Bojonegoro Siaga Hadapi Kemarau 2026, Sebanyak 93 Desa Dipetakan Rawan Kekeringan

1 day ago
Auto Draft
Halo Jatim

Juara Grup D, Sparta Pena FC Melaju ke Perempat Final

1 day ago
Polres Wonogiri Gelar Skrining TBC dan Cek Kesehatan Gratis, Puluhan Warga Desa Sendang Terindikasi Bergejala
News

Polres Wonogiri Gelar Skrining TBC dan Cek Kesehatan Gratis, Puluhan Warga Desa Sendang Terindikasi Bergejala

1 day ago
Persinga Ngawi Buka Asa Lolos 16 Besar, Hajar Persiker Keerom 3-0 di Stadion Ketonggo
News

Persinga Ngawi Buka Asa Lolos 16 Besar, Hajar Persiker Keerom 3-0 di Stadion Ketonggo

1 day ago
Indonesiabuzz.com

Enter your email address

TERBARU

LSM Walidasa Awasi SPMB 2026, Selidiki Dugaan Penambahan Siswa dan Rombel di Luar Kuota Resmi

LSM Walidasa Awasi SPMB 2026, Selidiki Dugaan Penambahan Siswa dan Rombel di Luar Kuota Resmi

June 12, 2026
BPBD Bojonegoro Siaga Hadapi Kemarau 2026, Sebanyak 93 Desa Dipetakan Rawan Kekeringan

BPBD Bojonegoro Siaga Hadapi Kemarau 2026, Sebanyak 93 Desa Dipetakan Rawan Kekeringan

June 11, 2026

TERPOPULER

SD Al Husna IFDS Madiun Konsisten Bentuk Generasi Berkarakter dan Berprestasi

Atlet Muda Wushu Ngawi Bersinar di Kejurprov Jatim 2026, Raih Lima Emas dan Enam Perak

CV. Bangkit Apresiasi Pemkot Madiun Batalkan Tender Gedung Rawat Inap

Kyai Kolo Dete: Misteri Leluhur Bocah Gimbal Dieng

  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Hubungi Kami
  • Sitemap

Copyright © 2022-2023, IndonesiaBuzz.com. All rights reserved.

No Result
View All Result
  • Home
  • Buzz
  • Halo Indonesia
  • News
    • Ekonomi & Bisnis
    • Hukum & Kriminal
    • Politik & Pemerintahan
    • Sosial Kemasyarakatan
  • Tokoh
  • Entertainment
    • Hiburan
    • Selebritis
  • Humaniora
    • Budaya
    • Historia
    • Sastra
    • Inspirasi
  • Lifestyle
    • Fashion
    • Finansial
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Otomotif
    • Relationship
    • Sport
    • Teknologi
    • Wanita
  • Sudut Pandang
    • Celoteh
    • Kata Pakar
    • Opini
  • Travel & Staycation
  • Pojok Milenial
  • Foto

Copyright © 2022-2023, IndonesiaBuzz.com. All rights reserved.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In