Indonesiabuzz.com : Blitar, 28 September 2024 – Adalah KAF (14), seorang santri dan juga siswa dari sebuah MTs di Kecamatan Ponggok, Blitar, Jawa Timur, diduga tewas karena dilempar kayu oleh pendampingnya pada Minggu (22/9/2024).
Kasi Humas Polres Blitar Iptu Samsul Anwar mengatakan bahwa peristiwa tersebut diduga karena para santri yang tidak segera bersiap untuk salat duha kemudian pendamping santri melemparkan kayu pada para santri.
“Kejadiannya Minggu kemarin, ada santri yang juga siswa MTs di Kecamatan Ponggok. Salah seorang guru mungkin emosi atau tidak sabar karena para santri tidak segera bersiap untuk salat duha. Nah, kemudian korban terkena lemparan kayu kecil,” terangnya.
Samsul juga menyebutkan bahwa kayu yang dilempar oleh pendamping santri tersebut ternyata ada paku yang masih tertncap di kayunya. Paku tersebut menancap mengenai bagian kepala korban dan membuat korban tak sadarkan diri. Kemudian korban dilarikan ke RSUD Srengat untuk penanganan pertama sebelum kemudian dirujuk ke RS Kediri.
Sayangnya, korban yang tinggal bersama neneknya tersebut, belum bersedia untuk memenuhi permintaan pihak kepolisian untuk membuat laporan resmi.
Sementara itu, Kapolres Blitar Kota AKBP Danang Setiyo mengungkapkan, pihaknya masih menunggu keterangan dari dokter rumah sakit untuk hasil lebih lanjut. Jika dokter bisa memastikan penyebab kematian korban, maka tidak perlu dilakukan autopsi.
“Kemarin sudah kami sampaikan ke keluarga soal autopsi, tapi keluarga korban menolak. Selanjutnya penyidik sudah koordinasi dengan rumah sakit dan dokter untuk kepentingan proses penyelidikan dan penyidikan, mungkin sudah cukup (tidak perlu autopsi),” ujarnya.
Danang juga menegaskan bahwa pihaknya tetap melakukan penyelidikan lebih lanjut meskipun keluarga korban belum membuat laporan secara resmi. Hal tersebut dilakukan untuk mengetahui secara jelas penyebab kematian korban.
“Sampai saat ini dari keluarga korban belum membuat laporan ke Polres Blitar Kota. Namun penyidik tetap melaksanakan serangkaian tindakan kepolisian agar peristiwa ini menjadi terang dan jelas,” terangnya. (Puthut-Red)







