IndonesiaBuzz: Surabaya, 26 Maret 2024 – Penjabat Gubernur Jawa Timur, Adhy Karyono, menegaskan bahwa upaya penanggulangan bencana akibat gempa bumi yang terjadi di Pulau Bawean, Kabupaten Gresik, telah dilakukan dengan maksimal oleh pemerintah pusat dan provinsi. Dalam konferensi pers yang diadakan, Senin (25/3/2024), beliau menyatakan bahwa kebutuhan logistik bagi masyarakat terdampak sudah dipersiapkan dan akan segera tiba.
Menurut Adhy Karyono, kapal yang dijadwalkan tiba di pulau tersebut tidak hanya membawa logistik dapur umum tetapi juga personel dari Taruna Siaga Bencana (Tagana) dan tenaga kesehatan. “Kami juga telah menyiapkan material bangunan seperti semen untuk membantu perbaikan rumah dan bangunan yang rusak akibat gempa,” ujarnya.
Gempa bumi tektonik dengan magnitudo 6,5 yang terjadi pada Jumat (22/3/2024), berpusat di 132 km Timur Laut Tuban, telah menyebabkan kerusakan signifikan di Pulau Bawean. Pj Gubernur Jawa Timur, bersama dengan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto dan pejabat lainnya, melakukan peninjauan langsung ke lokasi terdampak pada Minggu (24/3/2024).
Selain bantuan fisik, Adhy juga mengumumkan bahwa akan ada bantuan trauma healing bagi masyarakat Pulau Bawean. “Tenaga psikolog akan segera kita kirim ke lokasi. Dukungan psikososial ini sangat penting mengingat kondisi masyarakat yang tentunya sangat terpengaruh oleh bencana ini,” tambahnya.
Dalam penjelasannya, Adhy menyampaikan bahwa, berdasarkan diskusi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), kemungkinan gempa susulan telah menurun dan tidak berpotensi menimbulkan tsunami. Namun, mengingat Jawa Timur berada di dalam kawasan cincin api yang rentan terhadap bencana alam, beliau menekankan pentingnya kesiapsiagaan.
Pemerintah Provinsi Jawa Timur, bersama dengan BNPB dan instansi terkait, terus berupaya melakukan mitigasi dan penanganan bencana secara cepat dan tepat untuk memastikan keselamatan dan kebutuhan dasar masyarakat terdampak dapat terpenuhi secara optimal.







