Saturday, August 8, 2026
POJOK MILENIAL
Indonesiabuzz.com
  • Terbaru
  • Terpopuler
  • Topik Pilihan
No Result
View All Result
Indonesiabuzz.com
No Result
View All Result
Home Kuliner

Menelusuri Asal-usul Wingko Babat yang Terkenal di Semarang, Namun Berakar dari Lamongan

by Nor Eko
February 27, 2024
Reading Time: 2 mins read
Menelusuri Asal-usul Wingko Babat yang Terkenal di Semarang, Namun Berakar dari Lamongan

Wingko babat (Foto: Istimewa)

IndonesiaBuzz: Kuliner – Kota Semarang, Jawa Tengah (Jateng), telah lama dikenal sebagai surganya kuliner tradisional yang memanjakan lidah para pengunjungnya. Salah satu kuliner yang populer di kota ini adalah wingko babat. Meskipun begitu, perlu diketahui bahwa wingko babat bukanlah kue tradisional asli dari daerah Semarang, melainkan berasal dari sebuah daerah bernama Babat di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur (Jatim).

Sejarah atau asal mula kepopuleran wingko babat ini dapat ditelusuri hingga awal abad ke-20, tepatnya pada tahun 1900-an, di mana seorang warga Tionghoa bernama Loe Soe Siang pertama kali menciptakan kue wingko di Kecamatan Babat, Kabupaten Lamongan. Loe Soe Siang adalah pendiri perusahaan wingko tertua dan terbesar di kawasan tersebut yang diberi nama Loe Lan Ing. Hingga saat ini, perusahaan Loe Lan Ing masih eksis dan dikelola oleh generasi keempat keluarga Loe Soe Siang di Jalan Raya Babat-Bojonegoro No. 189, Banaran, Babat, Kecamatan Babat, Kabupaten Lamongan.

Wingko Babat Loe Lan Ing, dengan varian rasa original kelapa, menjadi cikal bakal dari apa yang kemudian dikenal sebagai wingko babat. Di sekitar tahun 1980-an, wingko babat mulai merambah dengan berbagai varian rasa seperti durian, cokelat, nanas, keju, pisang, nangka, dan stroberi, yang semakin mengukuhkan posisinya sebagai kuliner yang dicari dan disukai banyak orang.

Perjalanan wingko babat tak terlepas dari peran seorang perempuan bernama Loe Lan Hwa, asal Babat Lamongan, yang pada tahun 1944 bersama suami dan kedua anaknya mengungsi ke Semarang untuk mencari kehidupan yang lebih baik, menyusul kerusuhan yang terjadi di Babat imbas kekalahan Jepang pada Perang Dunia II. Pada sekitar tahun 1946, Loe Lan Hwa dan suaminya mulai memasarkan wingko di Semarang, yang disambut dengan respon positif dari masyarakat setempat.

BeritaTerkait

Wabup Ngawi Apresiasi Pawon Jadul Masa Kini, Dorong Ekonomi dan UMKM Lokal

Rumah Makan Jemani Spesial Gurame Resmi Dibuka di Jalan Dr. Sutomo Madiun

Demi menghormati asal daerahnya, Babat di Kabupaten Lamongan, Jatim, Loe Lan Hwa menamai kue wingko buatannya dengan nama “wingko babat”. Sejak itu, wingko babat semakin dikenal dan menjadi oleh-oleh khas Semarang, meskipun asalnya sebenarnya dari Kecamatan Babat di Kabupaten Lamongan, Jatim.

Dengan sejarah panjang yang menghubungkan antara Babat, Lamongan dengan Semarang, wingko babat tidak hanya sekadar kuliner, melainkan juga simbol dari keragaman budaya dan perpaduan cita rasa yang mengikat erat kedua daerah tersebut.

Tags: kuliner indonesiaKuliner NusantaraSemarangwingko babat
Share221SendScan

Trending

Febrie Adriansyah Jalani Pemeriksaan Sebagai Tersangka Dugaan TPPU di Kejagung
News

Febrie Adriansyah Jalani Pemeriksaan Sebagai Tersangka Dugaan TPPU di Kejagung

10 hours ago
Pemkab Ngawi Revitalisasi Kepatihan Berusia Hampir Dua Abad, Fokus Pulihkan Keaslian Bangunan Cagar Budaya
News

Pemkab Ngawi Revitalisasi Kepatihan Berusia Hampir Dua Abad, Fokus Pulihkan Keaslian Bangunan Cagar Budaya

11 hours ago
Mobil Terbakar di SPBU Bulukerto, Respons Cepat Polisi dan Warga Cegah Api Meluas
News

Mobil Terbakar di SPBU Bulukerto, Respons Cepat Polisi dan Warga Cegah Api Meluas

11 hours ago
Auto Draft
News

LSM Walidasa Minta Target Sampah 30 Persen Jadi Kewajiban RT

1 day ago
Pemkab Madiun Perkuat Kepastian Hukum Tukar Menukar TKD Ngampel
News

Pemkab Madiun Perkuat Kepastian Hukum Tukar Menukar TKD Ngampel

1 day ago
Indonesiabuzz.com

TERBARU

Febrie Adriansyah Jalani Pemeriksaan Sebagai Tersangka Dugaan TPPU di Kejagung

Febrie Adriansyah Jalani Pemeriksaan Sebagai Tersangka Dugaan TPPU di Kejagung

August 7, 2026
Pemkab Ngawi Revitalisasi Kepatihan Berusia Hampir Dua Abad, Fokus Pulihkan Keaslian Bangunan Cagar Budaya

Pemkab Ngawi Revitalisasi Kepatihan Berusia Hampir Dua Abad, Fokus Pulihkan Keaslian Bangunan Cagar Budaya

August 7, 2026

TERPOPULER

PDI Perjuangan Ngawi Perkuat Konsolidasi Hingga Tingkat Ranting, Siapkan Mesin Partai Hadapi Pemilu

Lupa Matikan Kompor, Rumah Warga Ngawi Terbakar, Kerugian Mencapai Puluhan Juta Rupiah

Bupati Ngawi Lantik 228 PNS Baru, Dorong Talenta Muda Perkuat Reformasi Birokrasi

Pemkab Ngawi Revitalisasi Kepatihan Berusia Hampir Dua Abad, Fokus Pulihkan Keaslian Bangunan Cagar Budaya

  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
  • Hubungi Kami
  • Sitemap

Copyright © 2022-2023, IndonesiaBuzz.com. All rights reserved.

No Result
View All Result
  • Home
  • Buzz
  • Halo Indonesia
  • News
    • Ekonomi & Bisnis
    • Hukum & Kriminal
    • Politik & Pemerintahan
    • Sosial Kemasyarakatan
  • Tokoh
  • Entertainment
    • Hiburan
    • Selebritis
  • Humaniora
    • Budaya
    • Historia
    • Sastra
    • Inspirasi
  • Lifestyle
    • Fashion
    • Finansial
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Otomotif
    • Relationship
    • Sport
    • Teknologi
    • Wanita
  • Sudut Pandang
    • Celoteh
    • Kata Pakar
    • Opini
  • Travel & Staycation
  • Pojok Milenial
  • Foto

Copyright © 2022-2023, IndonesiaBuzz.com. All rights reserved.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In