IndonesiaBuzz: Solo, 19 Februari 2024 – SISKS Pakoe Boewono XIII menghadiri peringatan kenaikan tahta atau Tingalan Jumenengan Dalem ke-2 penguasa Pura Mangkunegaran Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Aryo Mangkunegoro X, Senin (19/2/2024).
Kehadiran Raja Kraton Surakarta di Pura Mangkunegaran tersebut, didampingi Prameswari Dalem GKR Pakoe Boewono. Selain itu, tampak hadir juga Putra Mahkota Kraton Surakarta KGPAA Hamangkunagoro Sudibyo Rajaputra Narendra Mataram, putri PB XIII GRAj. Putri Purnaningrum beserta suami KRA. Rizki Baruna Ajidiningrat, kakak perempuan PB XIII GKR Alit, dan adik PB XIII KGPH Adipati Drs. Dipokusumo M.Si beserta keluarga. Dan juga sejumlah Sentono Dalem Kraton Surakarta Hadiningrat.
Ditemui setelah acara, KP. H. Dani Nur Adiningrat S.IP mengatakan, kehadiran Sinuhun PB XIII dalam acara tersebut merupakan bukti keharmonisan hubungan Kraton Surakarta dengan Pura Mangkunegaran.
“Kedatangan Sinuhun Pakoe Boewono XIII berikut Prameswari Dalem GKR Pakoe Boewono adalah bukti keharmonisan yang hubungan yang terjalin antara Kraton Surakarta dengan Pura Mangkunegaran,” kata Pengageng Sasana Wilapa Kraton Surakarta tersebut.
Dari pantauan tim Indonesiabuzz.com di lokasi, selain PB XIII dan rombongan dari Kraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat, tampak juga beberapa tokoh penting yang turut hadir di acara sakral tersebut, seperti putri keempat Raja Kraton Yogyakarta HB X, GRAj. Nur Abra Juwita beserta suami ; istri Paku Alam X Gusti Kanjeng Bendoro Raden Ayu Adipati (GKBRAA) Paku Alam yang didampingi oleh putra bungsunya BPH Kusumo Kuntonugroho ; Kapolres Surakarta Kombes. Pol. Iwan Saktiadi, SIK.MH.MSI, dan Wakil Walikota Surakarta Drs. Teguh Prakosa.
Hadir pula artis ibukota seperti Nicholas Saputra dan Marini Soerjosoemarno. Tampak juga di antara tamu undangan, putra tunggal Capres Prabowo Subianto, Didit Prabowo, dan Diah Pikatan Orissa Putri Hapsari yang merupakan putri dari Puan Maharani.

Acara Tingalan Jumenengan Dalem ke-2 tersebut dimulai ketika Mangkunegara X telah duduk di singgasananya. Acara ini ditandai dengan penampilan tarian sakral Pura Mangkunegaran, yaitu Tari Bedhaya Anglir Mendung. Tarian ini hanya dipertunjukkan sekali dalam setahun, saat kenaikan tahta atau peringatan kenaikan penguasa Pura Mangkunegaran. Selain itu, berbeda dengan tahun lalu, acara Tingalan Jumenengan Dalem Mangkunegara tahun ini, diadakan tanpa adanya kirab. (Puthut-Red)







