IndonesiaBuzz: Jakarta, 17 Februari 2024 – Kabar mengenai rencana Prabowo Subianto untuk memangkas subsidi energi, termasuk subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM), guna mendanai program makan siang gratis yang dijanjikannya jika terpilih menjadi Presiden baru RI, dibantah oleh Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran, Eddy Soeparno.
Eddy menjelaskan bahwa banyak pihak salah paham terkait dengan pernyataan tersebut. Ia menegaskan bahwa yang akan dilakukan bukanlah memangkas subsidi energi, melainkan melakukan efisiensi penyaluran subsidi untuk menekan anggaran.
“Dari tadi saya salah dikutip terus loh, dan saya sudah perbaiki. Gini ya, jadi subsidi energi itu nilainya tahun lalu Rp 500 triliun, tahun ini Rp 350 triliun. Terbesar dari subsidi energi itu adalah untuk Pertalite sama LPG 3 kg, yang mana 80% penggunanya adalah masyarakat mampu,” ungkap Eddy saat dihubungi.
Menurut Eddy, dengan memperbaiki tata kelola subsidi, nilai subsidi energi dapat berkurang karena dapat dialokasikan secara tepat kepada mereka yang berhak menerima subsidi. Ia menegaskan bahwa tidak ada niatan untuk memangkas jumlah subsidi energi, apalagi subsidi BBM seperti yang banyak diisukan.
“Jadi tidak ada kata-kata ‘memangkas’ (subsidi), tidak ada intensi (keinginan) memangkas. Jadi kita melakukan evaluasi terhadap subsidi energi agar diberikan kepada mereka yang berhak, sehingga tepat sasaran,” tegas Eddy.
Dengan efisiensi pemberian subsidi, pemerintah dapat menekan anggaran, dan selisih anggaran subsidi dapat dialokasikan untuk keperluan pemerintah lainnya. Eddy juga mengusulkan potensi sumber-sumber energi terbarukan untuk mengurangi ketergantungan pada impor BBM dan LPG.
“Saya tambahkan juga bahwa kita juga harus menggali sumber-sumber energi terbarukan yang ada di dalam negeri, seperti energi surya, terus kemudian energi pasan bumi, dll. Supaya apa? Itu mengurangi kebutuhan kita untuk BBM impor, LPG impor. Otomatis kan ada penghematan juga,” jelas Eddy.
Namun, terkait dengan penggunaan selisih dana tersebut untuk biaya program makan siang atau keperluan lainnya, Eddy mengaku belum mendapatkan arahan lebih lanjut dan menunggu petunjuk lebih lanjut dari tim.@cinde



