IndonesiaBuzz: Purbalingga, 28 Oktober 2023 – CV Bunga Palm, sebuah perusahaan yang memproduksi gula kelapa organik di Purbalingga, berhasil mengekspor 150 ton produknya ke Amerika Serikat (AS). Ini merupakan ekspor terbesar yang pernah dilakukan oleh perusahaan tersebut.
General Manager CV Bunga Palm, Dikta Zanwar Arifin mengatakan, bahwa gula kelapa organik yang mereka produksi dibuat dengan bahan baku dari 160 orang penderes binaannya yang mayoritas berasal dari Desa Tangkisan, Kecamatan Mrebet.
“Kami sangat bangga dengan hasil kerja keras penderes kami yang telah menghasilkan gula kelapa berkualitas tinggi. Kami juga memberikan bimbingan dan pelatihan kepada mereka agar bisa memenuhi standar organik yang diakui secara internasional,” ujar Dikta, Kamis (26/10/2023).
Selain AS, CV Bunga Palm juga mengekspor gula kelapa organiknya ke negara-negara lain, seperti Ceko, Malaysia, Singapura, Belanda, dan Uni Emirat Arab. Dikta mengaku, bahwa pesanan dari negara-negara maju tersebut bisa ia dapatkan karena kualitas dan sertifikasi yang dimiliki produknya.
“Kami memiliki sertifikat organik dari USDA (Departemen Pertanian AS), EU (Uni Eropa), dan JAS (Jepang). Kami juga memiliki sertifikat halal dari MUI (Majelis Ulama Indonesia). Calon pembeli biasanya bisa menilai sendiri dari sampel yang kami berikan. Kalau mereka sudah suka, ya deal di sini,” katanya.
Bupati Purbalingga, Dyah Hayuning Pratiwi yang hadir dalam acara pelepasan ekspor gula kelapa organik CV Bunga Palm menyampaikan apresiasinya terhadap capaian pemasaran perusahaan tersebut.
“Kami, pemerintah daerah sangat apresiasi. Terlebih, kemarin dari Kementerian Perdagangan RI memberi penghargaan Primaniyarta kepada Purbalingga sebagai kabupaten/kepala daerah pendukung ekspor. Ini menunjukkan bahwa produk-produk Purbalingga mampu bersaing di pasar global,” kata Bupati Tiwi.
Menurutnya, pemerintah daerah akan terus bersinergi dengan para pengusaha lokal dalam rangka membuka keran pemasaran produk-produk Purbalingga, hingga ke pasar internasional.
“Tentu ke depan insyaallah kita siap bersinergi bersama pengusaha lokal karena kita tidak hanya punya gula kelapa organik, kita juga punya kopi, bulu mata, yang kita dorong untuk melakukan peningkatan ekspor,” ujar bupati.
Tiwi berharap, ekspor gula kelapa organik dari Purbalingga bisa terus berkelanjutan, agar bermanfaat bagi pengusaha lokal sekaligus meningkatkan kesejahteraan penderes yang mereka bina.
“Tentunya tidak hanya pasar Amerika, mudah-mudahan rekan-rekan pengusaha lokal bisa lebih mengembangkan sasaran ekspor. Kami akan mendukung segala upaya untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas produk-produk lokal,” katanya. @indonesiabuzz







