IndonesiaBuzz: Bojonegoro, 20 Oktober 2025 – Komunitas World Cleanup Day (WCD) Bojonegoro menggelar aksi bersih-bersih bertajuk “Aksi Resik Jembatan” di bawah Jembatan Barek, Desa Ngadiluhur, Kecamatan Balen, Senin (20/10/25). Sejak pagi, lokasi itu dipenuhi tumpukan sampah rumah tangga.
Selain membersihkan sungai, peserta juga menanam 100 bibit pohon seperti trembesi, tabebuya, jeruk, dan juwet. Ketua WCD Bojonegoro, Baro Tutaqiyah, mengatakan kegiatan ini untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan.
“Setidaknya kita jaga bumi agar tetap lestari,” ujar Tuta.
Wakil Kepala Desa Ngadiluhur, Fathkur Rosyid, mengapresiasi kegiatan tersebut. Ia menilai aksi ini bisa jadi contoh nyata bagi warga, apalagi minimnya fasilitas TPS di sekitar jembatan turut memicu penumpukan sampah.
Kegiatan ini diikuti 120 peserta dari berbagai unsur mulai dari warga, komunitas, LSM, mahasiswa, hingga instansi seperti DLH, Dinas PU SDA, dan Dinas Kehutanan. Dua truk dikerahkan untuk mengangkut sampah ke TPA Bojonegoro.
Usai bersih-bersih, peserta mengikuti sarasehan di Balai Desa Ngadiluhur. Dalam forum itu, Kepala Bidang Persampahan DLH Bojonegoro, Ahmad Sholeh Fatoni, mengingatkan pentingnya tanggung jawab individu terhadap kebersihan.
“Kebersihan sebagian dari iman. Kalau ingin disebut masyarakat beriman, ya harus jaga lingkungan,” ujarnya.
Rizki Pratama dari Dinas Kehutanan menambahkan, penanaman pohon merupakan langkah kecil namun bermakna dalam menghadapi krisis iklim.
“Menanam pohon adalah sedekah oksigen bagi bumi,” pungkasnya. (M Tohir/Koresponden Bojonegoro)







