IndonesiaBuzz: Jakarta, 21 Juni 2025 – Warga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap modus penipuan yang mengatasnamakan proses verifikasi Kartu Tanda Penduduk (KTP) manual ke digital. Kepala Suku Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Jakarta Pusat, Syamsu Bachri, mengungkapkan bahwa dalam dua bulan terakhir kasus penipuan serupa marak terjadi di sejumlah wilayah, termasuk Jakarta Pusat.
“Memang semenjak dua bulan belakangan ini kasus penipuan mengatasnamakan Dukcapil tengah marak. Modus mereka mengaku sebagai petugas Dukcapil untuk memverifikasi KTP manual ke KTP digital,” kata Syamsu saat ditemui di Jakarta, Jumat (20/6/2025).
Menurut Syamsu, sejumlah warga dan bahkan pejabat di lingkungan Pemerintah Kota Jakarta Pusat telah menjadi korban. Para pelaku menggunakan identitas lengkap korban—seperti nama, nama anggota keluarga, nomor KTP, dan KK untuk mengelabui target dan menyasar rekening korban.
“Para oknum kejahatan tersebut biasanya akan mengaku petugas, kemudian mereka menyebut identitas mulai dari nama korban, anak, suami, nomor KTP dan KK. Mereka bisa tahu identitas para korban yang mereka incar,” jelasnya.
Syamsu menambahkan bahwa isu ini telah dibahas di tingkat Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) karena kejadian serupa tidak hanya terbatas di Jakarta, tetapi juga terjadi di daerah lain di Indonesia. Pemerintah telah mengeluarkan sejumlah arahan untuk mencegah masyarakat menjadi korban penipuan.
“Dan kami sudah diberikan arahan apa saja yang harus dilakukan agar tidak ada yang kena tipu,” tegasnya.
Sebagai langkah pencegahan, Dukcapil Jakarta Pusat telah menggencarkan sosialisasi melalui petugas di kelurahan dan kecamatan. Ia menegaskan, semua layanan administrasi kependudukan hanya dilakukan di kantor kelurahan, kecamatan, dan melalui mobil layanan keliling resmi milik Dukcapil.
“Masyarakat kami himbau agar tidak menanggapi jika ada telepon, media sosial, ataupun surat yang mengatasnamakan petugas kependudukan. Tolong itu diabaikan saja,” kata Syamsu.
Salah satu korban, Lenny Tristia (49), pegawai Penyedia Jasa Lain Perorangan (PJLP) Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Diskominfotik) DKI Jakarta, mengaku kehilangan uang Rp2,6 juta akibat penipuan bermodus pergantian KTP digital.
“Saya jadi korban penipuan dari orang yang mengatasnamakan dari Dukcapil Kecamatan Tanah Abang. Uang sebesar Rp2,6 juta raib,” ujarnya.
Pihak Dukcapil berharap masyarakat dapat lebih waspada dan hanya mengakses layanan resmi di tempat yang telah ditentukan pemerintah







