IndonesiaBuzz: Human Interest – Usia 60 tahun tak membuat Anik Wahyu Widyastuti memilih diam. Justru sebaliknya, masa purna tugas menjadi titik awal babak baru dalam hidupnya. Dari sebuah rumah sederhana di Desa Banaran, Kecamatan Tugu, Trenggalek, Anik membuktikan bahwa produktif tak mengenal kata pensiun.
Anik resmi purna tugas dari Dinas Kesehatan pada April 2023. Namun semangat berkaryanya tak ikut berhenti. Berbekal hobi traveling dan kecintaannya pada tanaman hias, Anik memutuskan terjun ke dunia digital dengan membuat kanal YouTube bernama Anik Flower Garden.
Langkah itu tak sia-sia. Hingga kini, kanal tersebut telah mengantongi 7,51 ribu subscriber, berisi konten seputar tanaman hias, bunga, hingga aktivitas berkebun yang ia geluti sehari-hari.
Tak hanya aktif di media sosial, Anik juga mengembangkan usaha kerajinan tangan. Ia merangkai bunga artificial sekaligus membuka peluang kerja bagi warga sekitar. Dari rumahnya, Anik menggerakkan roda ekonomi kecil yang berdampak nyata bagi lingkungan.
Keseriusannya berwirausaha mengantarkan Anik mengikuti Program Wirausaha Mantap Sejahtera dari Mandiri Taspen. Prestasinya pun tak main-main. Pada 2024, Anik berhasil menembus lima besar tingkat nasional, sebuah pencapaian yang tak ia bayangkan sebelumnya.
Selain mengelola kanal YouTube, Anik kini memiliki toko offline dan online untuk memasarkan tanaman hias serta bunga artificial hasil karyanya. Usaha tanaman hiasnya sempat melejit pesat pada masa pascapandemi COVID-19 tahun 2020, dengan pesanan datang dari berbagai daerah. Meski minat pasar kini menurun, pesanan online tetap berdatangan dan membuat usahanya terus bertahan.
Bagi Anik, kunci utamanya adalah konsistensi dan keberanian memulai. Ia tak menampik rasa malas kerap datang, namun ia memilih mengingat kembali perjalanan yang telah ditempuh.
“Kalau rasa malas mulai muncul, lihat lagi pencapaian kita sejauh ini. Dari situ semangat tumbuh lagi,” ujar Anik sambil tersenyum.
Baginya, usia bukan batas, melainkan pengingat bahwa waktu tetap bisa dimanfaatkan. Selama masih mau bergerak dan belajar, Anik percaya, setiap hari selalu punya peluang untuk berkarya. (Ika Firgiyanti/Koresponden Trenggalek-TA)







