IndonesiaBuzz: Ngawi 20 Mei 2026 – Di tengah fokus mempersiapkan tim senior menghadapi putaran nasional Liga 4 PSSI, manajemen Persinga Ngawi mulai serius membangun fondasi jangka panjang melalui pembinaan sepak bola usia muda. Langkah tersebut diwujudkan dengan pembentukan tim Persinga U-17 yang diproyeksikan tampil pada ajang Piala Soeratin 2026.
Keseriusan manajemen ditandai dengan penandatanganan surat tugas bagi jajaran manajer, official, dan pemain Persinga U-17 oleh CEO Persinga Ngawi, Dwi Rianto Jatmiko, Selasa malam (19/5/26).
Prosesi penandatanganan berlangsung di rumah dinas Wakil Bupati Ngawi dan diserahkan langsung kepada Manajer Persinga Junior, Wildan Ardita, disaksikan jajaran manajemen serta para pemain muda Persinga.
Bagi Persinga, pembentukan tim kelompok umur bukan sekadar persiapan mengikuti kompetisi, melainkan bagian dari upaya membangun sistem pembinaan sepak bola yang lebih terstruktur dan berkelanjutan.
Dwi Rianto Jatmiko menegaskan Persinga harus mulai bergerak menuju standar klub profesional dengan memiliki akademi pembinaan yang mampu mencetak pemain sendiri.
“Ini sekaligus menjadi bagian membangun Persinga Akademi. Sebagai klub profesional, Persinga harus memiliki wadah pendidikan dan pelatihan sepak bola yang terstruktur,” ujarnya.
Menurutnya, pembinaan usia muda akan menjadi fondasi penting agar Persinga tidak terus bergantung pada perekrutan pemain dari luar daerah. Ke depan, klub menargetkan lahirnya rantai pembinaan berjenjang mulai dari kelompok usia dini hingga senior.
Persinga bahkan berencana membentuk kelompok umur lain seperti U-15 dan U-13 dengan menggandeng berbagai sekolah sepak bola (SSB) di Kabupaten Ngawi.
“Harapannya nanti suplai pemain Persinga mayoritas berasal dari pemain yang sudah dididik melalui Persinga Akademi. Jadi akademi ini menjadi wadah pendidikan dan latihan untuk menyiapkan pemain masa depan Persinga,” tegasnya.
Langkah tersebut mencerminkan perubahan paradigma yang kini mulai dilakukan banyak klub daerah, yakni membangun kekuatan dari sistem pembinaan internal dibanding hanya mengandalkan transfer pemain instan.
Sementara itu, Manajer Persinga U-17 Wildan Ardita memastikan skuad muda Persinga kini telah lengkap dan siap memasuki tahap persiapan kompetitif menuju Piala Soeratin Jawa Timur 2026.
Saat ini Persinga Akademi diperkuat sekitar 25 hingga 26 pemain. Mayoritas pemain berasal dari talenta lokal Ngawi, sementara beberapa pemain dari luar daerah direkrut untuk memenuhi kebutuhan posisi tertentu seperti penjaga gawang dan striker.
“Persiapan selama ini lebih fokus pada pembenahan fisik sejak April hingga Mei. Untuk bulan Juni nanti mulai masuk tahap taktikal bersama Head Coach Nanang Purwanto,” kata Wildan.
Ia menyebut target utama tim bukan sekadar berpartisipasi, tetapi mampu tampil kompetitif dan membawa nama baik Kabupaten Ngawi di level regional.
“Yang pasti kami membawa nama Kabupaten Ngawi, jadi akan berusaha semaksimal mungkin memberikan yang terbaik. Syukur-syukur bisa berprestasi di Piala Soeratin,” ujarnya.
Piala Soeratin sendiri selama ini dikenal sebagai salah satu kompetisi usia muda paling bergengsi di Indonesia dan menjadi jalur penting lahirnya pemain-pemain potensial nasional. Karena itu, pembentukan Persinga Akademi dinilai menjadi langkah strategis untuk memastikan regenerasi klub tetap berjalan di tengah ketatnya persaingan sepak bola modern.
Bagi Persinga Ngawi, membangun tim U-17 bukan hanya soal mengejar prestasi jangka pendek, tetapi investasi jangka panjang untuk menciptakan identitas permainan, kultur klub, dan kesinambungan prestasi di masa depan. (Esaputra /Koresponden Ngawi)







