IndonesiaBuzz: Ngawi, 7 Oktober 2026 – Kecelakaan beruntun melibatkan tiga truk terjadi di ruas Tol Solo-Ngawi KM 571, Desa Wonokerto, Kecamatan Kedunggalar, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, Rabu (7/10/26) pagi.
Kecelakaan tersebut menewaskan seorang kenek truk pengangkut cabai. Korban meninggal setelah tubuhnya terjepit di dalam kabin yang ringsek akibat benturan keras.
Korban diketahui bernama Oktavian Tri Yuwono (34), warga Desa Ampelgading, Kecamatan Tirtoyudo, Kabupaten Malang.
Sementara sopir truk pengangkut cabai, Deni Agus Setiawan (38), warga Desa Tambaksari, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Pasuruan, mengalami luka-luka. Deni berhasil dievakuasi dari kabin dan langsung dilarikan ke RS At Tin Husada Ngawi untuk mendapatkan perawatan.
Kanit Gakkum Satlantas Polres Ngawi Iptu Agus Harianto mengatakan, total terdapat empat korban dalam kecelakaan tersebut. Satu orang meninggal dunia, sedangkan tiga lainnya mengalami luka.
“Korban ada empat, satu tewas di lokasi, lainnya luka,” kata Agus.
Sopir Berhasil Dievakuasi, Kenek Terjepit Satu Jam
Kecelakaan terjadi sekitar pukul 05.30 WIB. Petugas yang tiba di lokasi langsung melakukan evakuasi terhadap korban yang terjebak di dalam kabin truk pengangkut cabai.
Kondisi kabin yang ringsek membuat proses evakuasi tidak mudah.
Sopir truk berhasil dikeluarkan terlebih dahulu. Namun, petugas masih harus berjibaku untuk mengeluarkan Oktavian yang tubuhnya terjepit di dalam kabin.
Proses evakuasi korban berlangsung sekitar satu jam hingga akhirnya Oktavian berhasil dikeluarkan. Namun, nyawanya tidak tertolong.
Jenazah korban kemudian dibawa ke RSUD dr Soeroto Ngawi untuk menjalani visum.
Selain korban dari truk cabai, dua sopir truk pengangkut kambing yang terlibat kecelakaan juga mengalami luka. Keduanya kemudian dibawa ke RS At Tin Husada Ngawi untuk mendapatkan penanganan medis.
Bermula dari Truk Pecah Ban
Polisi menjelaskan kecelakaan bermula ketika sebuah truk pengangkut kambing mengalami pecah ban depan sebelah kiri.
Truk tersebut dikemudikan M Ali (37), warga Desa Tampeji, Kecamatan Mumbulsari, Kabupaten Jember. Saat itu, kendaraan melaju dari Jember menuju Bogor dan Bekasi.
Akibat pecah ban, truk tersebut berhenti di tengah ruas jalan tol.
Sebuah truk pengangkut kambing yang berada di belakangnya kemudian ikut berhenti. Truk kedua dikemudikan Moch Musleh (43), warga Desa Suco, Kecamatan Mumbulsari, Kabupaten Jember.
Truk kedua berhenti untuk menghalau kendaraan lain yang datang dari arah belakang agar tidak menabrak truk pertama yang mengalami masalah.
Namun, dari arah belakang muncul truk pengangkut cabai yang dikemudikan Deni Agus Setiawan.
“Truk cabai melaju dari arah Surabaya menuju Solo. Sampai di lokasi menabrak dua truk muatan kambing yang mengalami pecah ban,” jelas Agus.
Benturan keras membuat dua truk pengangkut kambing terguling di tengah jalan. Sementara truk pengangkut cabai mengalami kerusakan parah pada bagian depan dan kabin.
Ratusan Kambing Tumpah ke Jalan Tol
Kecelakaan tidak hanya menyebabkan korban luka dan meninggal dunia. Muatan dua truk pengangkut kambing juga tumpah ke badan jalan.
Ratusan kambing berserakan di ruas tol setelah kendaraan yang mengangkutnya terguling. Sebagian kambing bahkan dilaporkan mati akibat kecelakaan.
Muatan cabai dari truk yang menabrak juga berhamburan di jalan.
Petugas kemudian melakukan evakuasi terhadap para korban dan kendaraan yang terlibat. Muatan kambing serta cabai yang berserakan juga diamankan agar tidak membahayakan pengguna jalan lainnya.
Salah seorang kenek truk pengangkut kambing, Ifan Efendi, membenarkan kecelakaan bermula dari pecah ban.
“Truk pecah ban terus berhenti dan rekan saya truknya menghalau di belakangnya, terus ditabrak truk cabai,” kata Ifan.
Polisi Selidiki Penyebab Kecelakaan
Kasus kecelakaan beruntun tersebut kini ditangani Unit Gakkum Satlantas Polres Ngawi.
Polisi masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab kecelakaan, termasuk rangkaian peristiwa hingga truk pengangkut cabai menabrak dua truk pengangkut kambing yang berhenti di badan jalan tol.
Petugas juga melakukan penanganan terhadap kendaraan dan muatan yang berserakan di lokasi guna memulihkan kondisi ruas tol setelah kecelakaan. (Esaputra /Koresponden Ngawi).






