IndonesiaBuzz: Humaniora – Perayaan Natal identik dengan hiasan merah hijau yang dipajang untuk memeriahkan suasana rumah, dan terdapat pohon Natal yang penuh pernak-pernik unik nan lucu serta tak lupa, setumpuk kado dengan bungkus yang memukau. Tak hanya itu saja, berkumpulnya keluarga dalam momen spesial ini menjadi saat yang tak terlupakan.
Namun di beberapa negara, ada tradisi unik yang digelar untuk merayakan Natal bersama. Hal ini tergantung pada budaya masyarakat setempat.
Austria dan Jerman
Pada malam 5 Desember, sehari sebelum hari Sinterklas, orang-orang di dua negara itu merayakan ‘Krampusnacht’ atau ‘Krampus Night’.
Menurut cerita, Krampus adalah makhluk mitologi yang dianggap sebagai sahabat Sinterklas. Krampus ini digambarkan seperti separuh iblis dan separuh kambing.
Dalam tradisinya, Krampus akan datang ke permukiman di malam sebelum tanggal 6 Desember bersama Saint Nicholas, untuk menyelipkan hadiah ke dalam sepatu anak-anak yang ada di luar rumah. Keesokan harinya, jika di dalam sepatu terdapat hadiah, berarti anak itu bersikap baik dan bila mendapat ranting kayu, anak itu mempunyai sikap buruk.

Spanyol
Di Catalonia, Spanyol, ada tradisi ‘Caga Tió’. Caga Tió merupakan figur yang terbuat dari kayu yang dihiasi ornamen mata dan mulut sehingga membentuk wajah yang lucu. Lalu, anak-anak memukuli kayu ini sambil menyanyikan lagu tradisional, dan kemudian mereka akan menemukan hadiah di dalamnya.
Swedia
Di kota Gävle, Swedia, setiap tahun mereka membangun “Gävlebocken” atau Kambing Gävle. Yaitu patung kambing besar yang terbuat dari jerami. Tradisi ini dibangun setiap tahunnya ditempat yang sama di Slottstorget di Gävle, dengan tujuan menarik pelanggan ke toko-toko dan restoran di kota bagian selatan.
Italia
Di Italia, La Befana adalah sosok wanita tua yang menggantikan peran Sinterklas. Dalam tradisi Italia, dia dikenal sebagai Penyihir Natal. Dua belas hari setelah tanggal modern untuk Natal, warga Italia merayakan festival keagamaan yang dikenal sebagai Epiphany. Pada malam 5 Januari, La Befana memberikan hadiah kepada anak-anak yang berperilaku baik dan arang kepada yang berperilaku buruk.
Denmark
Di Denmark, tradisi “Lyserød Lørdag” atau Sabtu Merah Muda, melibatkan orang-orang mengenakan pakaian merah muda pada hari Sabtu sebelum Natal untuk menunjukkan semangat Natal.

Filipina
Di FIlipina, tradisi ‘Simbang Gabi’ merupakan kegiatan pergi ke gereja, yang dilakukan sebelum fajar selama sembilan hari menjelang Natal.
Secara harafiah, Simbang Gabi berarti ke gereja pada malam hari. Ketika diartikan dalam konteks iman Katolik Filipina, Simbang Gabi adalah Perayaan Ekaristi (misa) yang dilakukan pada Malam Hari tepatnya pada pukul 04.00 waktu setempat.
Tradisi ini dilakukan umat Katolik Filipina sebagai sebuah Tradisi Iman yang sudah ada sejak lama. Simbang Gabi juga menjadi sarana untuk memperbaiki diri, tingkah laku dan hidup serta kesempatan membangun pertobatan yang meringankan beban jiwa, hati, persaan dan kehendak.
Seiring waktu, Simbang Gabi menjadi salah satu bagian dari tradisi dan budaya umat Katolik Filipina yang memperlihatkan dengan jelas Identitas Bangsa yang harus dijaga dan dirawat.
Finlandia
Joulupukki, merupakan julukan Sinterklas versi penduduk Finlandia. Namun dalam bahasa Finlandia, Joulupukki memiliki arti Kambing Natal.
Dalam tugasnya, Joulupukki membagi-bagikan hadiah, bukan memintanya. Tidak seperti Sinterklas yang naik ke cerobong asap, Joulupukki, yang mengenakan jubah merah, akan mengetuk pintu dan bertanya “Onko täällä kilttejä lapsia?” (“Apakah ada anak baik di sini?”).

Setelah memberikan hadiahnya, Joulupukki akan kembali ke padang Korvatunturi. Nama Korvantuturi jika diterjemahkan langsung berarti ‘padang telinga’; di tempat inilah orang Finlandia percaya Joulupukki bisa mendengar semuanya.
Kolombia
Di Kolombia, salah satu tradisi Natal adalah membuat dan menikmati “buñuelos”. Buñuelos adalah bola-bola adonan goreng seperti donat, yang biasanya dimakan bersama hot chocolate pada malam Natal.
Itulah tradisi unik yang dilakukan umat Nasrani yang merayakan Natal di beberapa negara di dunia. @wara-e







