Indonesiabuzz.com : Surakarta, 1 April 2024 – HajadDalem Kirab Malam Selikuran atau Kirab Malam ke-21 bulan Ramadhan yang digelar oleh Kraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat diikuti oleh ribuan Abdi Dalem yang berasal dari berbagai kota dan kabupaten di Jawa Timur, Jawa Tengah maupun dari daerah lain, Minggu (31 Maret 2024), malam.
Kirab berangkat dari kawasan dalam Kraton Surakarta menuju keluar lewat Kori Kamandungan untuk selanjutnya menuju ke Bangsal Sitinggil, dan kemudian diteruskan ke Pagelaran Kraton Surakarta yang berada di kawasan alun-alun utara Kraton Surakarta.
Kirab terus berjalan di tengah alun-alun utara dan kemudian menyusuri Jl. Slamet Riyadi hingga masuk ke Taman Sriwedari.
Rombongan kirab tersebut diisi dengan berbagai kelompok Abdi Dalem dengan tugasnya masing-masing. Diantara seperti kelompok Abdi Dalem yang membawa ‘jodang’ berisi tumpeng 1000, kelompok yang membawa lampion, kelompok yang membawa lampu ting, dan kelompok Abdi Dalem Ulama yang terus menyenandungkan solawat dari awal berangkatnya kirab, hingga masuk ke area Taman Sriwedari.
Ada juga kelompok yang bertugas membawa obor dari bambu, dan paling depan adalah prajurit Kraton Surakarta Hadiningrat.
Raja Kraton Surakarta SISKS Pakoe Boewono XIII terlihat mengikuti kirab ini dengan menaiki kendaraan roda empat. Sedangkan Permaisuri Kraton Surakarta Gusti Kanjeng Ratu Pakoe Boewono terpantau mengikuti kirab dengan menaiki kereta kuda kebesaran bersama dengan Gusti Devi yang merupakan salah satu anak perempuan dari SISKS Pakoe Boewono XIII.
Pengageng Parentah Kraton Surakarta yang juga merupakan adik laki-laki SISKS Pakoe Boewono XIII, yakni KGPH Adipati Drs. Dipokusumo M.Si., juga terlihat mengikuti kirab dengan menaiki kereta kuda, ditemani oleh beberapa Sentono Dalem Kraton Surakarta.
Ditemui ditengah acara, pengageng Parentah Kraton Surakarta yang akrab di panggil Gusti Dipo tersebut mengungkapkan bahwa Kirab Malam Selikuran sudah ada sejak masa pemerintahan Paku Buwono X.
“Tradisi Kirab Malam Selikuran ini telah ada sejak masa pemerintahan SISKS Paku Buwono X dan terus dilaksanakan sebagai tradisi tetap Kraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat,” ungkap Gusti Dipo.

Lebih lanjut, adik dari SISKS PB XIII tersebut mengatakan bahwa kirab ini juga merupakan usaha untuk melestarikan tata cara adat dan tradisi Kraton Surakarta.
“Malam selikuran dengan lampu ting dan tumpeng sewu merupakan simbolisasi dari keindahan malam seribu bulan, yang dalam Islam dipercaya sebagai malam Lailatul Qadar,” pungkasnya.
Setelah rombongan dari Kraton Surakarta telah berada di Taman Sriwedari, kemudian acara diteruskan dengan doa yang dipimpin oleh tafsir anom Masjid Ageng Kraton Kasunanan Surakarta KH. Muhammad Muhtarom. Dan kemudian dilanjutkan dengan pembagian tumpeng 1000 kepada masyarakat umum dan sebagian dari para Abdi Dalem Kraton Surakarta. (Puthut-Red)







