IndonesiaBuzz: Yogyakarta — Kabar duka datang dari dunia kuliner dan seni Yogyakarta. Pendiri sekaligus tokoh di balik restoran legendaris House of Raminten, Hamzah Sulaiman, meninggal dunia, Kamis (24/4/2025) dalam usia 75 tahun. Informasi tersebut diumumkan melalui akun Instagram resmi @houseoframinten pada Kamis pagi.
Hamzah Sulaiman dikenal luas sebagai seniman sekaligus pengusaha yang berjasa mengenalkan budaya Jawa melalui kuliner, fesyen, dan seni peran. Nama “Raminten” diberikan langsung oleh Sri Sultan Hamengku Buwono X, terinspirasi dari peran Hamzah sebagai perempuan Jawa dalam sebuah komedi situasi lokal bertajuk “Pengkolan”. Dalam perannya, ia tampil dengan busana tradisional lengkap, termasuk kebaya dan konde.

Pada tahun 2008, Hamzah mendirikan restoran khas Jawa bernama House of Raminten yang berlokasi di kawasan Kotabaru, Yogyakarta. Restoran ini menawarkan pengalaman makan berbalut suasana tradisional Jawa yang kental, mulai dari interior kayu hingga pelayan berseragam kemben dan kain jarik.
Menu andalan seperti sego kucing, sego gudeg, pecel pincuk, hingga jamu tradisional menjadi daya tarik utama. Dengan harga terjangkau, House of Raminten berhasil menarik minat masyarakat lokal hingga wisatawan mancanegara.
Hamzah adalah anak bungsu dari pasangan Hendro Sutikno dan Tini Yuniarti, pendiri Grup Mirota, sebuah jaringan ritel ternama di Yogyakarta. Bersama saudara-saudaranya, ia mengembangkan usaha keluarga, kemudian memperluas lini bisnis ke sektor fesyen lewat butik Mirota Batik (kini Hamzah Batik) di Jalan Malioboro. Ia juga membuka hotel Dhipa Kinanthi by Raminten di kawasan Prawirotaman.
Selain sebagai pengusaha, Hamzah merupakan seniman serba bisa yang aktif di dunia seni peran dan tari. Setelah pensiun dari dunia bisnis yang kini dikelola anak-anaknya, Hamzah memilih menekuni dunia seni secara profesional. Kiprahnya membekas di hati masyarakat, terutama atas jasanya mempopulerkan budaya dan kuliner Yogyakarta.
Kabar wafatnya Hamzah mengundang duka dari berbagai kalangan. Kolom komentar unggahan @houseoframinten dipenuhi doa dan ucapan belasungkawa. Salah satu pesan yang menyentuh hati berbunyi, “Selamat jalan Kanjeng… Terima kasih banyak atas segalanya. Engkau bukan hanya pemimpin, tetapi juga guru, panutan, dan sosok yang sangat berjasa bagi kami.”
Kepergian Hamzah Sulaiman menjadi kehilangan besar bagi masyarakat Yogyakarta, terutama para pencinta kuliner dan budaya Jawa. Namanya akan terus dikenang melalui warisan budaya yang ia tinggalkan.







