IndonesiaBuzz: Semarang, 21 Agustus 2026 – Gempa boleh saja telah berhenti, tetapi bagi sebagian warga terdampak, rasa takut dan kecemasan belum tentu ikut berlalu. Di tengah proses pemulihan pascabencana, dukungan psikologis menjadi bagian penting agar masyarakat kembali menemukan rasa aman dan kekuatan untuk melanjutkan kehidupan.
Kondisi tersebut menjadi perhatian Tim Trauma Healing Polda Jawa Tengah yang selama dua hari, Rabu-Kamis (19-20/8/2026), memberikan pendampingan psikologis kepada warga terdampak gempa di Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur.
Sedikitnya 243 warga mendapat pendampingan dari tim yang terdiri atas personel Psikolog Kepolisian dan Biro SDM Polda Jateng tersebut.
Pada hari pertama, Rabu (19/8/26), tim mendatangi warga di Desa Seraya Marannu, Kecamatan Komodo, tepatnya di Pulau Seraya Besar. Sebanyak 157 warga mengikuti kegiatan yang dikemas secara interaktif dan humanis.
Pendampingan tidak berlangsung dalam suasana formal. Warga diajak berinteraksi, berbagi pengalaman, serta menyampaikan berbagai perasaan yang muncul setelah menghadapi gempa.
Kegiatan berlanjut pada Kamis (20/8/26) di dua lokasi. Sebanyak 10 warga mendapat pendampingan di Pos Bencana Rumah Bhabinkamtibmas Desa Golo Bilas, sementara 76 warga lainnya mengikuti kegiatan di Kampung Gorontalo, Desa Gorontalo.
Pendekatan yang digunakan terbilang sederhana, tetapi diarahkan untuk menjawab kebutuhan psikologis warga. Tim membuka ruang komunikasi, mendengarkan cerita masyarakat, memberikan dukungan emosional, hingga mengenalkan teknik relaksasi sederhana yang dapat dilakukan ketika kecemasan atau tekanan kembali muncul.
Dalam situasi pascabencana, personel kepolisian tidak hadir sekadar sebagai pihak yang memberikan arahan. Mereka mengambil posisi sebagai teman berbicara bagi masyarakat.
Sejumlah kegiatan dikemas melalui sesi berbagi pengalaman dan interaksi langsung dengan warga. Tim juga memberikan sarana kontak agar komunikasi serta dukungan tetap dapat terhubung ketika masyarakat membutuhkan.
Tim Trauma Healing Polda Jateng terdiri dari Ipda Putri Agustina, Psikolog Kepolisian Tk. I Bagpsi Ro SDM Polda Jateng, bersama Briptu Bagoes Hendra K, dan Briptu Narulita Dian H, Pelaksanaan kegiatan mendapat dukungan jajaran Polres Manggarai Barat, khususnya Polsek Komodo.
Kabidhumas Polda Jateng Kombes Pol. Yuliyanto mengatakan, kehadiran Tim Trauma Healing merupakan bentuk kepedulian Polri terhadap masyarakat yang masih menghadapi tekanan psikologis setelah bencana.
“Gempa memang sudah berlalu, tetapi rasa takut dan kecemasan yang ditinggalkan tidak selalu hilang begitu saja. Karena itu, kami hadir untuk mendampingi masyarakat agar mereka memiliki kekuatan untuk menghadapi dan melewati masa sulit ini,” ujar Yuliyanto saat ditemui di Mapolda Jateng, Jumat (21/8/26).
Menurutnya, penanganan masyarakat terdampak bencana harus dilakukan secara utuh. Bantuan logistik dan pemenuhan kebutuhan dasar tetap penting, tetapi pemulihan kondisi psikologis juga tidak boleh diabaikan.
Dukungan tersebut diperlukan agar masyarakat perlahan dapat kembali membangun rasa aman, kepercayaan diri, dan kesiapan untuk menjalani kehidupan setelah bencana.
Yuliyanto berharap pendampingan yang diberikan menjadi bagian dari proses pemulihan masyarakat Manggarai Barat untuk kembali bangkit.
“Semoga kehadiran kami dapat membantu mengurangi kecemasan, memulihkan rasa aman dan menumbuhkan kembali semangat masyarakat untuk bangkit. Setelah bencana, kehidupan harus terus berjalan dan kami ingin masyarakat memiliki kekuatan untuk menata kembali kehidupan mereka,” pungkasnya. (Red – Ho Humas Polda Jateng).







