IndonesiaBuzz: Pangkeb, 22 Januari 2026 – Tim SAR gabungan kembali menemukan korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 PK-THT di kawasan Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan. Hingga Rabu (21/1/26) pagi, total enam jenazah korban berhasil ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di sekitar lokasi jatuhnya pesawat.
Asisten Operasi Kodam XIV/Hasanuddin Kolonel Inf Dody Triyo Hadi mengatakan, penemuan enam jenazah tersebut dilaporkan hingga pukul 10.46 Wita.
“Tim melaporkan sampai pukul 10.46 Wita, telah ditemukan enam mayat,” ujar Dody di Posko Operasi SAR Gabungan, Desa Tompobulu, Kecamatan Balocci, Pangkep.
Menurut Dody, keenam jenazah ditemukan di titik yang berbeda namun masih berada dalam satu kawasan. Lokasi penemuan tersebar dalam radius sekitar 50 meter dari titik ditemukannya korban pertama pada hari sebelumnya.
“Lokasinya tersebar di putaran radius 50 meter dari yang ditemukan pertama,” jelasnya.
Hingga saat ini, tim SAR gabungan masih terus melakukan penyisiran di sekitar lokasi untuk memastikan tidak ada korban lain yang terlewat. Enam jenazah yang ditemukan tersebut direncanakan akan dievakuasi pada hari yang sama, dengan mempertimbangkan kondisi medan yang terjal dan cuaca di lokasi.
“Selanjutnya enam jenazah yang ditemukan ini sudah kita rencanakan pengambilan,” imbuh Dody.
Sebelumnya, tim SAR gabungan telah lebih dulu menemukan dua jenazah korban yang masing-masing berjenis kelamin pria dan wanita. Kedua jenazah tersebut telah dievakuasi dan melalui proses identifikasi oleh Tim Disaster Victim Identification (DVI) Mabes Polri.
Jenazah wanita ditemukan di jurang dengan kedalaman sekitar 500 meter di puncak Gunung Bulusaraung pada Senin (19/1). Berdasarkan hasil pemeriksaan DVI, jenazah tersebut teridentifikasi sebagai pramugari bernama Florencia Lolita Wibisono (33).
“Jenazah dengan nomor post mortem 62B.01 cocok dengan antemortem nomor AM004 teridentifikasi sebagai Florencia Lolita Wibisono,” ungkap Kabid Dokkes Polda Sulsel Kombes Muhammad Haris dalam konferensi pers di Posko DVI Polda Sulsel, Rabu (21/1/26).
Sementara itu, jenazah pria ditemukan sehari sebelumnya di jurang sedalam sekitar 200 meter dari puncak Gunung Bulusaraung. Meski Tim DVI belum secara resmi mengumumkan hasil identifikasi, jenazah tersebut diketahui bernama Deden Maulana, pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), setelah keluarga menerima peti jenazah di Biddokkes Polda Sulsel pada Rabu malam.
Selain itu, tim SAR juga menemukan korban ketiga pada Rabu (21/1/26) sekitar pukul 12.30 Wita. Namun, jenazah yang ditemukan berupa potongan tubuh sehingga belum dapat dipastikan jenis kelaminnya.
“Informasi yang saya dapat lebih condong berupa body part (potongan tubuh),” ujar Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii.
Hingga kini, operasi pencarian dan evakuasi korban pesawat ATR 42-500 tersebut masih terus dilanjutkan. Tim SAR gabungan memastikan upaya maksimal tetap dilakukan untuk menemukan seluruh korban, sekaligus menjaga keselamatan personel di tengah medan ekstrem Gunung Bulusaraung. @yudi







