IndonesiaBuzz: Surakarta, 2 Januari 2025 – Wali Kota Solo, Teguh Prakosa, mengaku telah mempersiapkan masa transisi pemerintahan kepada Wali Kota dan Wakil Wali Kota terpilih. Program pemerintahan mendatang telah dituangkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025-2030.
Salah satu fokus utama yang dipersiapkan Teguh adalah pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM), meliputi penanganan stunting, peningkatan pendidikan, perbaikan layanan kesehatan, serta pengurangan angka pengangguran dan kemiskinan.
“Fokus pemerintahan ke depan adalah pembangunan SDM, mulai dari penanganan stunting, pendidikan, kesehatan, hingga pengurangan angka pengangguran dan kemiskinan,” ungkap Teguh di Balai Kota, Rabu (1/1/2025).
Ia menambahkan bahwa dalam RPJMD lima tahun mendatang, permasalahan SDM di Kota Solo harus berkurang secara signifikan. Untuk mencapai tujuan tersebut, Pemkot Solo akan berkolaborasi dengan Pemerintah Provinsi dan Pusat. “Bicara lima tahun ke depan, anggaran masih aman,” ujarnya optimis.
Teguh juga menyampaikan bahwa APBD Solo tahun 2025 telah siap dijalankan sejak 1 Januari, meskipun pembahasan RAPBD sempat mengalami hambatan di DPRD. Hal ini terjadi karena adanya perselisihan dalam pembentukan alat kelengkapan dewan, terutama terkait pembagian pimpinan komisi antara fraksi PDIP dan partai-partai yang tergabung dalam Koalisi Indonesia Maju (KIM) Plus.
“Sudah tidak ada masalah. Ini bagian yang harus kita introspeksi, mana ranah politik dan mana ranah kepentingan masyarakat. Kalau kepentingan masyarakat ini dipolitisir, pengorbanannya luar biasa,” tegas Teguh.
Pada 31 Desember 2024, Pemkot Solo telah menyerahkan Daftar Pengguna Anggaran (DPA) kepada seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD), memastikan pelaksanaan program tetap berjalan sesuai rencana.





