IndonesiaBuzz: Solo, 14 Juli 2025 – Suasana haru menyelimuti hari pertama pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 17 Solo yang berlokasi di Sentra Terpadu Prof. Dr. Soeharso, Jl. Tentara Pelajar, Jebres, Senin (14/7/2025) pagi.
Sejak pukul 06.00 WIB, para siswa baru berdatangan ke sekolah dengan diantar oleh orang tua atau wali mereka. Sebagian membawa koper, tas besar, dan barang-barang pribadi, termasuk boneka kesayangan. Para orang tua tampak menunjukkan ekspresi campur aduk antara bahagia, bangga, hingga haru saat melepas anak mereka yang akan tinggal di asrama selama tiga tahun ke depan.
“Saya menilai ini adalah bentuk perhatian pemerintah kepada rakyat kecil seperti saya. Saya yakin sekolah ini bisa membuka kesempatan bagi anak saya untuk memiliki masa depan lebih baik,” ujar Wardi (48), salah satu wali murid asal Jagalan, Solo.
MPLS di SRMA 17 dibuka secara resmi oleh Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi. Di hadapan sekitar 200 siswa dan orang tua, Luthfi menekankan pentingnya disiplin dan membangun budaya sekolah yang sehat dan bebas dari kekerasan.
“Awas kalau ada yang mem-bully, laporkan ke gubernur. Nanti saya panggil ke provinsi,” tegasnya.
Ia juga mendorong pembentukan Satgas Anti-bullying dan mengaktifkan kembali fungsi Patroli Keamanan Sekolah (PKS). Gubernur juga menegaskan bahwa di sekolah rakyat, seluruh siswa memiliki hak dan kesempatan yang sama untuk belajar, tanpa memandang latar belakang, bentuk tubuh, atau penampilan.
“Adik-adik, semuanya sama rata, sama rasa. Tujuannya menuntut ilmu. Jadi jangan ada yang merasa lebih atau merendahkan teman,” pesan Luthfi.
MPLS tahun ini berlangsung selama lima hari, mengikuti ketentuan baru dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). Menteri Abdul Mu’ti sebelumnya menyatakan bahwa durasi MPLS diperpanjang dari tiga menjadi lima hari untuk tahun ajaran 2025/2026. Materi MPLS mencakup penguatan karakter, bela negara, literasi, dan latihan kedisiplinan.
Ridwan Ramadhan (15), salah satu siswa baru, mengaku antusias mengikuti pendidikan di sekolah berbasis asrama ini. “Saya ingin jadi pribadi yang lebih baik, berprestasi, dan membahagiakan orang tua,” ujarnya.
SRMA 17 Solo menyediakan fasilitas pendidikan secara penuh, mulai dari asrama, makan, seragam, hingga perlengkapan belajar seperti laptop. Proses belajar mengajar reguler dijadwalkan mulai pekan ketiga Juli, disusul dengan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) untuk seluruh siswa pada awal Agustus 2025.







